alexametrics

Kebakaran yang Picu Status Darurat di California

Harus Evakuasi 180 Ribu Orang
29 Oktober 2019, 19:17:43 WIB

Kebakaran hutan dan semak yang menjalar ke permukiman hampir setiap tahun terjadi di California, AS. Namun, tahun ini angin besar membuat api menggila. Banyak penduduk yang kehilangan rumah.

SITI AISYAH, Jawa Pos

JawaPos.com – Sebuah mobil polisi menyusuri jalanan Kota Windsor, California, AS, Minggu (27/10). Suara sirenenya membelah pagi. Sepanjang jalan, petugas di dalam mobil tersebut hanya meneriakkan satu kata yang diulang-ulang lewat pengeras suara. “Go! Go! Go!”.

Penduduk kota itu memang terancam bahaya. Api yang membakar hutan dan semak-semak mulai mendekati permukiman. Penduduk hanya punya sedikit waktu untuk menyelamatkan barang-barang dan segera pergi. Situasi belum pasti. Sebab, pemadam kebakaran belum mampu mengendalikan kebakaran.

“Anda tidak bisa melawan ini (kebakaran, Red). Segera evakuasi,” tegas Sheriff Sonoma County Mark Essick sebagaimana dikutip Agence France-Presse.

Ratusan polisi dan Garda Nasional dikerahkan untuk menjaga rumah-rumah yang ditinggalkan penduduk. Diharapkan, tidak ada penjarahan dan pencurian yang terjadi. Mau tak mau, sekitar 180 ribu penduduk dievakuasi. Itulah penyelamatan penduduk terbesar sepanjang sejarah California.

Hari itu juga Gubernur California Gavin Newsom langsung menetapkan wilayahnya berstatus darurat. Lebih dari 3.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melokalisasi dan memadamkan api serta membantu evakuasi.

Pemadaman memang sulit dilakukan karena angin membuat api menyebar dengan cepat. Terlebih, kelembapan udaranya sangat rendah. Badan Prakiraan Cuaca Nasional menyebutkan, pada Minggu pagi, embusan angin mencapai 144 kilometer per jam di perbukitan utara Santa Rosa. Di East Bay, San Francisco, kecepatan angin mencapai 80 kilometer per jam.

Salah satu api terbesar adalah Kincade Fire yang sudah membumihanguskan 12 ribu hektare lahan. Hampir seluruh penduduk Sonoma County yang terdampak Kincade Fire dievakuasi. Temasuk Santa Rosa yang dilanda kebakaran besar pada 2017. Kemacetan panjang terjadi di jalan tol wilayah tersebut. Semuanya ingin segera menyelamatkan diri.

Peduduk harus legawa meninggalkan rumah dan banyak barang berharga mereka. Saat kembali nanti, rumah mereka mungkin sudah rata dengan tanah. Sebab, si jago merah telah melahap puluhan bangunan tanpa pandang bulu.

Salah satunya adalah penyulingan anggur yang berusia 150 tahun, Soda Rock Winery. Puluhan tempat produksi anggur lainnya juga terbakar. Sonoma County memang dikenal sebagai penghasil wine.

Banyak penduduk yang belum mau meninggalkan rumah mereka. Salah satunya adalah Hen Herland. Penduduk area Coffey Park itu justru memilih untuk tinggal dan menyiram kebunnya. Herland belum ikhlas. Rumahnya baru direnovasi gara-gara kebakaran serupa pada 2017. Dia baru menempatinya pada Juli lalu.

“Kami baru saja memasang atap baja di rumah ini. Saya tak mau pergi. Saya pergi terakhir,” ucapnya.

Herland merasa kebakaran saat ini lebih buruk. Beberapa tempat yang sebelumnya dijadikan penampungan kini juga masuk area rawan bahaya. Sebab, api sudah mendekati penampungan tersebut. Penduduk di sana terpaksa dipindahkan ke tempat lain. Beberapa pasien di Santa Rosa juga dievakuasi.

Perusahaan gas dan jaringan listrik Pacific Gas & Electric (PG&E) pun menghentikan layanan untuk sekitar 2 juta penduduk. Mereka khawatir kabel-kabel yang rusak akibat kebakaran malah bisa memercikkan api baru jika listrik dihidupkan.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (*/c14/dos)


Close Ads