alexametrics

Kasus Puluhan Jasad Migran di Truk Kontainer, Warga Meksiko Tersangka

29 Juni 2022, 14:48:28 WIB

JawaPos.com – Kasus penemuan puluhan jenazah migran di dalam truk kontainer di Texas pada Senin (27/6) memasuki babak baru. Sebelumnya dilaporkan 46 jenazah ditemukan dan mereka yang masih hidup dalam kondisi bersuhu tinggi. Terbaru, jumlah meninggal bertambah 5 jiwa sehingga total menjadi 51 migran yang meninggal.

Terkait kasus tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, kepolisian setempat mengungkapkan dua warga Meksiko menjadi tersangka dalam kasus kematian puluhan migran yang terperangkap di dalam truk kontainer tersebut. Jenazah yang ditemukan terdiri dari 39 pria dan 12 wanita. Pihak berwenang menyebut itu tragedi penyelundupan manusia paling mematikan.

Kedua tersangka yang bernama Juan Francisco D’Luna-Bilbao dan Juan Claudio D’Luna-Mendez pernah didakwa atas kepemilikan senjata api ketika tinggal di AS secara ilegal. Hal itu menurut dokumen pengadilan dan pihak berwenang. Para penyidik melacak STNK truk itu ke sebuah alamat di San Antonio yang kemudian mereka awasi. Kedua tersangka ditangkap secara terpisah ketika keluar dari tempat itu.

Tersangka ketiga, seorang warga negara AS yang mengemudikan truk itu, juga dibawa ke tahanan dan akan diseret ke pengadilan. Namun, dia masih dirawat di rumah sakit hingga Selasa (28/6) malam kata seorang pejabat Meksiko.

Truk kontainer tersebut diparkir di pinggiran San Antonio. Di kawasan itu, suhu udara mencapai 39,4 derajat Celcius. Mayat-mayat ditemukan di dalam kendaraan itu dan berserakan di beberapa blok, setelah pintu belakang truk kontainer dibuka. Pihak berwenang mengatakan tidak ditemukan persediaan air atau alat pengatur suhu di dalam truk itu.

Para pejabat mengatakan ada tumpukan mayat dan tubuh beberapa migran terasa panas saat disentuh. “Sulit untuk dikatakan,” kata Wali Kota San Antonio Ron Nirenberg kepada MSNBC.

Dia menambahkan bahwa masyarakat di wilayahnya bergantung pada migran karena kekurangan pekerja. “Ini adalah tragedi yang sulit dijelaskan,” katanya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: