alexametrics

Tiongkok Akan Bangkit dari Covid-19 Lebih Baik daripada AS

29 Juni 2020, 18:06:26 WIB

JawaPos.com – Tiongkok kemungkinan bangkit dari pandemi Covid-19 dalam kondisi yang lebih baik daripada Amerika Serikat (AS). Demikian dilaporkan media AS pada akhir pekan lalu, dengan memberikan beberapa alasan.

Pertama, Tiongkok mencatatkan jumlah kematian yang lebih sedikit, papar artikel yang ditulis oleh Andy Serwer dan Max Zahn dari Yahoo Finance. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 4.600 orang di Tiongkok telah meninggal akibat penyakit tersebut. Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di AS telah mencapai lebih dari 125.800 orang hingga Senin (29/6).

Mengingat Tiongkok mampu menerapkan pengujian, karantina, dan pelacakan yang cermat, “perbedaan (jumlah) kematian itu pasti akan melebar,” sebut laporan itu, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

Kedua,Tiongkok  tidak hanya mendukung langkah cepat dalam penelitian medis untuk vaksin dan pengobatan, tetapi juga pelacakan kontak, rumah sakit, dan peralatan medis, ungkap laporan tersebut. Artikel itu menambahkan bahwa Tiongkok juga bertekad untuk membagikan vaksin buatannya ketika sudah tersedia.

Saat menyampaikan pidato di pembukaan pertemuan Majelis Kesehatan Dunia melalui sambungan video pada Mei lalu, Presiden China Xi Jinping mengumumkan sejumlah langkah konkret untuk mendorong upaya global melawan Covid-19, seperti memberikan bantuan internasional dan menjadikan vaksin Covid-19 negara itu sebagai barang publik global saat sudah tersedia.

Ketiga, perekonomian Tiongkok akan pulih lebih cepat dari AS, sebut laporan itu. Ekonom Morgan Stanley memprediksi Tiongkok menjadi satu-satunya ekonomi utama yang akan mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2020, dan kelas menengah serta kelas menengah atas diperkirakan akan terus tumbuh kuat dalam sepuluh tahun ke depan.

“AS terjebak dalam masalah ekonomi yang lebih lama daripada Tiongkok,” imbuh Mary E. Lovely, profesor ilmu ekonomi di Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional, seperti dikutip artikel tersebut. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara



Close Ads