alexametrics

Tewas Diinjak Polisi, George Floyd Ternyata Sang Raksasa yang Lembut

29 Mei 2020, 13:08:28 WIB

JawaPos.com – Nasib nahas dialami George Floyd, pria kulit hitam di Amerika Serikat yang tewas ditangan empat polisi dalam penangkapan. Floyd diduga menggunakan uang palsu saat berbelanja lalu ditangkap dengan cara yang brutal. Dia tewas dengan cara diinjak oleh polisi dengan lutut di bagian leher Floyd hingga kehabisan napas.

Dilansir dari New York Times, Jumat (29/5), sosoknya selama ini dikenal sebagai orang yang cinta keluarga. Floyd dibesarkan di Houston dan merupakan bintang olahraga sekolah menengah.
Floyd tinggal di St. Louis Park, pinggiran Minneapolis. Dia dinyatakan meninggal pada jam 9:25 malam Senin (25/5) di Pusat Medis Kabupaten Hennepin.

Dia dibesarkan di Houston, di lingkungan kulit hitam bagian selatan pusat kota. Dia dibesarkan di sebuah rumah bersama saudara-saudaranya dan dua sepupunya, Shareeduh Tate dan Tera Brown.

Seorang reporter untuk stasiun televisi Houston memposting klip video di Twitter saat Floyd mencetak gol di pertandingan sepak bola sekolah menengah hampir 30 tahun yang lalu. Dia bergabung dalam tim Sekolah Menengah Jack Yates. Dan klip itu menunjukkan Floyd melompat untuk menangkap umpan di zona akhir selama pertandingan 1992 di Stadion Delmar di Houston.

Floyd lulus dari Yates High pada tahun 1993, di distrik sekolah Houston. Sahabatnya, Cyril N. White, 45, mengatakan bahwa dia mengenal Floyd ketika mereka berdua adalah atlet sekolah menengah yang bermain bola basket. Keduanya menerima beasiswa untuk bermain di kampus. Floyd melanjutkan pendidikan ke community college di Florida.

Setelah kuliah, Floyd adalah salah satu pemain pertama yang direkrut oleh White ketika ia membentuk tim klub untuk memainkan pertandingan eksibisi melawan tim perguruan tinggi di sekitar Texas, Oklahoma, Arkansas dan Louisiana. Floyd, yang dikenal sebagai ‘Big Floyd’ oleh rekan-rekan setimnya, dengan tinggi badan 6 kaki-7-inci dan kekar, memainkan kekuatan di bagian depan. Dia tidak pernah berkelahi atau menerima begitu banyak pelanggaran teknis.

“Sang raksasa yang lembut. Dia adalah seorang humoris alami, tipe orang yang hidup dalam pesta, sangat santai,” ungkap White.

Floyd juga sering berpartisipasi dalam acara gereja. White menyesali bagaimana temannya itu tewas.

“Mereka tidak memanusiakan Floyd dan memperlakukannya seperti sampah yang bisa dibuang. Itu yang terburuk,” tukasnya.

Laporan versi polisi mengatakan Floyd menolak penangkapan. Penangkapan Floyd terjadi pada Senin malam (25/5). Departemen Kepolisian Minneapolis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa petugas menerima laporan bahwa seorang pria diduga melakukan pemalsuan. Polisi mengatakan pria itu ditemukan sedang duduk di atas sebuah mobil biru.

“Setelah dia keluar, dia secara fisik melawan petugas. Petugas memborgol tersangka,”kata polisi.

Langsung saat Floyd sekarat, petugas telah memanggil ambulans. Pada hari Selasa pagi, video aksi sadis polisi pun viral. Dan 4 polisi dipecat. Agen FBI menyelidiki insiden itu.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads