JawaPos Radar

Lakukan Aksi Heroik, Macron Beri Pemuda Mali Kewarganegaraan Prancis

29/05/2018, 16:00 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Lakukan Aksi Heroik, Macron Beri Pemuda Mali Kewarganegaraan Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron undang pemuda Mali karena menyelamatkan bocah malang (AFP)
Share this

JawaPos.com - Setelah aksi heroiknya yang menuai pujian karena menyelamatkan seorang bocah yang terjebak di balkon lantai empat rumahnya pada Sabtu lalu, pemuda migran asal Mali diundang ke istana kepresidenan Prancis oleh Presiden Emmanuel Macron. Ia disambut dengan baik atas tindakannya tersebut.

Dua hari setelah aksi penyelamatannya yang menjadi viral di media sosial, ia bahkan dijuluki Spiderman karena menyelamatkan bocah malang berusia empat tahun tersebut dengan memanjat balkon dan menggapainya hanya dengan satu tangan. Lewat aksinya yang menakjubkan, Presiden Macron kemudian mengundangnya ke Istana Elysee.

"Kamu telah menjadi teladan untuk jutaan orang yang melihat aksimu. Tak salah jika seluruh bangsa bersyukur," kata Macron kepada pemuda berusia 22 tahun dalam pertemuan tersebut.

Selain memberikan ungkapan terimakasihnya, Macron juga menawarkan kewarganegaraan kepada Mamoudou Gassama dan menambahkan bahwa status imigrasinya akan segera dikeluarkan. Ia juga memberinya medali atas keberaniannya juga menawarkan pekerjaan di dinas pemadam kebakaran kepada Gassama.

Saat ditanya mengenai kronologi kejadian Sabtu lalu, pemuda tersebut kembali mengatakan, ia langsung naik untuk menyelamatkan bocah tersebut tanpa berpikir dua kali.

Namun sayangnya kebaikan Macron kepada pemuda Mali tersebut menuai tudingan dari beberapa kelompok bantuan yang menuduh pemberian kewarganegaraan kepada Gassama sebagai eksploitasi politik bahkan kemunafikan yang digunakan untuk menutupi kebijakan Prancis yang keras terhadap para migran seperti dilansir AFP, Selasa, (29/5).

Selain Macron, Presiden Mali Ibrahim Boubcar Keita melalui sambungan telepon di Kedutaan Paris juga mengucapkan selamat untuk membuat Mali menjadi terhormat. Aksi heroik Gassama terjadi ketika para anggota parlemen sedang memperdebatkan Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial yang akan mempercepat deportasi para migran yang tinggal di hunian kumuh di Ibu Kota Paris.

Sekretaris Jenderal La Climade, lembaga khusus yang membela para kaum migran mengatakan, ada keraguan dalam keputusan tersebut yang menimbulkan banyak pertanyaan mengenai apa yang akan dilakukan Pemerintah Prancis. Menurutnya, ada kemunafikan saat menyaksikan kontrasnya dengan kebijakan represif Pemerintah Prancis terhadap para migran yang tidak memiliki dokumen.

(ina/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up