alexametrics

Kakek 95 Tahun Rela Naik Bus 4 Kali Demi Kampanye Anti-Rasisme

29 Maret 2019, 09:53:04 WIB

JawaPos.com – Seorang veteran Perang Dunia II John Sato, 95, mengatakan, ia sangat sedih dengan serangan masjid yang mengerikan di Christchurch, Selandia Baru. Dia mengaku naik empat bus untuk menghadiri pawai solidaritas melawan rasisme di Auckland.

John Sato mengatakan kepada Radio Selandia Baru bahwa dia tidak bisa tidur malam setelah serangan teror 15 Maret yang menewaskan 50 orang.

penembakan masal, penembakan di masjid, masjid selandia baru, selandia baru, rasis, antirasisme,
Ini telah menyatukan orang, tidak peduli apa ras mereka atau apa pun. Orang-orang tiba-tiba menyadari kita semua adalah satu. Kita saling peduli (Fiona Goodall)

“Saya sering terjaga cukup banyak di malam hari. Sejak serangan itu, saya tidak tidur dengan baik. Saya pikir itu sangat menyedihkan. Anda dapat merasakan penderitaan orang lain,” kata Sato dilansir dari CNN.

Jadi, Sato memutuskan untuk pergi ke pawai yang dilaksanakan pada Minggu (24/3) dengan cara apa pun. Sesampai di sana, ia digandeng oleh seorang polisi dan seorang pria lain. Adegan itu ditangkap dalam foto yang diambil oleh Alexa Unrein, yang juga menghadiri pawai.

“Saya terlambat untuk pawai karena saya menjalani operasi punggung beberapa waktu lalu,” katanya kepada CNN.

Sato, yang ibunya adalah orang Skotlandia dan ayahnya orang Jepang, mengaku tidak bisa berhubungan dengan dunia modern. Tetapi serangan di Christchurch mendorongnya untuk menunjukkan solidaritas dengan komunitas Muslim dan penolakan terhadap rasisme.

“Saya pikir ini adalah sebuah tragedi, tetapi memiliki sisi lain. Ini telah menyatukan orang, tidak peduli apa ras mereka atau apa pun. Orang-orang tiba-tiba menyadari kita semua adalah satu. Kita saling peduli,” lanjutnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Kakek 95 Tahun Rela Naik Bus 4 Kali Demi Kampanye Anti-Rasisme