JawaPos Radar

Pengungsi Korban Perang di Syria Ditampung di Perbatasan Turki

29/03/2018, 15:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pengungsi Korban Perang di Syria Ditampung di Perbatasan Turki
Truk bantuan masyarakat Indonesia untuk pengungsi Syria sedang melaju di Idlib (Istimewa for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Akibat perang di Ghouta Timur, Syria ribuan pengungsi yang eksodus ke Idlib kondisinya semakin tidak kondusif. Rencananya mereka akan mencari daerah tujuan lagi ke Turki agar bisa bebas dari ancaman gempuran perang.

Untuk mencapai ke Turki mereka akan mengungsi lagi ke Reyhanli, kota perbatasan yang menjadi gerbang keluar dari Idlib menuju ke Turki. Atas kondisi yang mencekam itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT), lembaga sosial asal Indonesia memberikan bantuan kepada pengungsi dengan menampung mereka di Reyhanli dalam sebuah bangunan permanen yang bertajuk Indonesia Humanitarian Center (IHC).

Direktur Global Humanity Response ACT, Bambang Triyono menjelaskan, IHC itu merupakan bangunan berupa gudang kemanusiaan. IHC itu dioperasikan ACT di perbatasan. Selain menampung, IHC juga menyuplai bantuan kemanusiaan untuk pengungsi.

Pengungsi Korban Perang di Syria Ditampung di Perbatasan Turki
Gudang IHC untuk memberikan bantuan logistik bagi pengungsi korban perang di Syria (Istimewa for JawaPos.com)

"Tujuannya IHC ini ini menyuplai ribuan paket pangan tiap bulannya kepada pengungsi Syria yang lari dari gempuran perang. Umumnya mereka eksodus menuju perbatasan untuk menyelamatkan diri," kata Bambang dalam keterangan persnya, Kamis (29/3).

Lebih jauh Bambang menyebut, IHC itu merupakan ikhtiar bersama rakyat Indonesia. Sebelumnya ACT telah mendistribusikan bantuan pangan untuk pengungsi Syria di perbatasan (Turki-Syria) serta di Ghouta Timur.

"Kini, melalui program IHC, Indonesia membantu pengungsi Syria dalam jangka panjang, khususnya dalam penyediaan kebutuhan pokok mereka,” tandas Bambang.

Dikatakannya, rakyat Indonesia berperan aktif menyalurkan kepeduliannya untuk pengungsi Syria. Agar bantuan IHC ini terus berjalan lancar untuk pengungsi Syria, ACT menampung bantuan logistik dari rakyat Indonesia.

Nama Idlib belakangan ini bergaung karena menjadi tujuan evakuasi bagi pengungsi Syria. Apalagi gelombang pengungsi asal Ghouta Timur terus memasuki Idlib. Namun Idlib yang semula dianggap aman bagi warga sipil, ternyata menjadi sasaran juga bagi militer.

"Pengungsi itu datang tidak hanya dari Ghouta Timur tapi juga dari Aleppo, Homs, Hama, dan Damaskus. Kini pengungsi bertahan hidup di Idlib sangat bergantun dari bantuan para relawan, termasuk dari ACT atau Indonesia," kata Abdullah (nama disamarkan), mitra ACT di dalam Idlib.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up