alexametrics

Seorang Gay Amerika Dituding Bocorkan Data Pengidap HIV di Singapura

29 Januari 2019, 13:19:09 WIB

JawaPos.com – Data rahasia Singapura tentang lebih dari 14 ribu orang yang didiagnosis terkena HIV, termasuk pengunjung asing, telah dicuri di Singapura dan bocor secara online. Dilansir dari BBC pada Selasa (29/1), pihak berwenang mengungkapkan rincian pelanggaran data kesehatan 2016 pada hari Senin (28/1).

Mereka percaya, dalang dibalik kebocoran ini adalah seorang gay Amerika HIV-positif. Ia merupakan mantan pacar Ler Teck Siang, mantan Head of Singapore’s National Public Health Unit.

gay amerika, data HIV, HIV, singapura,
Sekarang, siapa pun yang ingin tinggal lebih dari 90 hari, termasuk untuk bekerja, harus menjalani screening medis wajib untuk memastikan mereka tidak memiliki HIV (IMoney)

Informasi rahasia termasuk nama, alamat, status HIV dan informasi medis lainnya dilaporkan bocor dan telah diakses. Hingga 2015, orang asing dengan HIV tidak diizinkan untuk mengunjungi Singapura, bahkan sebagai turis.

Sekarang, siapa pun yang ingin tinggal lebih dari 90 hari, termasuk untuk bekerja, harus menjalani screening medis wajib untuk memastikan mereka tidak memiliki HIV.

Para pejabat percaya Mikhy Farrera Brochez, 33 tahun yang tinggal di Singapura sejak 2008 berada di belakang kebocoran. Ia dihukum penjara karena penipuan dan pelanggaran terkait narkoba pada tahun 2016 dan dideportasi tahun lalu.

Mantan pacarnya Ler Teck Siang dihukum karena membantu Brochez memalsukan catatan medisnya supaya ia bisa masuk Singapura. Padahal Brochez statusnya positif HIV.

Para pejabat mengatakan Ler mengganti darahnya sendiri diberi label Brochez agar mantan pacarnya itu terindikasi negative HIV. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan menyalahkan Ler atas pelanggaran tersebut, menuduhnya tidak mematuhi kebijakan mengenai penanganan data rahasia.

Mereka mengatakan, pertama kali menyadari pada tahun 2016. Mereka mengira semua materi telah disita dan diamankan oleh polisi.

“Saya menyesal bahwa salah satu mantan staf kami yang diberi wewenang memiliki akses ke informasi rahasia soal penderita HIV tidak mematuhi pedoman keamanan kami,” ujar Menteri Kesehatan Gan Kim Yong mengatakan pada konferensi pers Senin, Singapore’s Today Online.

Pada hari Senin, para pejabat kesehatan mengatakan, mereka telah mencoba untuk menghubungi hampir semua penduduk tetap dan warga Singapura dalam daftar penderita HIV. Namun hanya berhasil berbicara dengan sekitar 900 orang.

Sekretaris Kementerian Kesehatan Chan Heng Kee mengatakan, sebuah hotline telah disiapkan untuk mereka yang terkena dampak, dan konseling juga ditawarkan.  Para pejabat percaya Brochez berada di luar negeri, tetapi tidak tahu di mana.

“Ada risiko dia terus menyebarluaskan informasi itu ke publik,” kata Chan.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna



Close Ads
Seorang Gay Amerika Dituding Bocorkan Data Pengidap HIV di Singapura