alexametrics

Permintaan Maaf Selandia Baru Terkait Kecelakaan Pesawat 40 Tahun Lalu

28 November 2019, 20:30:14 WIB

JawaPos.com – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Kamis (28/11) menyampaikan permohonan maaf terkait penanganan pemerintah pada insiden kecelakaan pesawat di Antartika yang terjadi 40 tahun lalu. Kecelakaan itu dianggap sebagai yang terparah lantaran menewaskan 257 orang.

“Setelah 40 tahun, mewakili pemerintahan saat ini, tiba saatnya untuk memohon maaf atas segala tindakan dari maskapai yang ketika itu dimiliki oleh pemerintah, yang menyebabkan hilangnya pesawat juga perginya orang-orang terkasih,” sebut Ardern seperto dilansir Reuters.

Seperti diketahui, pada 28 November 1979, pesawat maskapai Air New Zealand bernomor 901 melakukan penerbangan wisata dari Auckland ketika insiden itu terjadi. Pesawat menabrak sisi gunung Erebus, gunung berapi setinggi 3.794 meter yang berlokasi dekat basis riset Amerika Serikat di Antartika, Stasiun Riset McMurdo.

Kecelakaan itu menewaskan total 257 orang yakni 237 penumpang dan 20 awak pesawat. Sebagian besar adalah orang Selandia Baru. Sisanya merupakan orang Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Australia.

Awalnya pilot pesawat disalahkan terkait peristiwa tersebut. Hanya saja, setelah tuduhan ini ramai digugat masyarakat, Komisi Penyelidikan Publik melakukan investigasi lanjutan.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa penyebab utama kecelakaan pesawat itu adalah tindakan pihak maskapai yang memasang program ulang pada sistem navigasi tanpa memberitahukan kepada kru pesawat, termasuk pilot. Kepala komisi yang juga mantan hakim Peter Mahon, memberikan pernyataan kontroversial yang menyebut para saksi dari maskapai Air New Zealand telah bersekongkol memberikan bukti palsu. Hal itu menyulut kritik dari pihak maskapai serta pemerintah.

Ardern saat menyampaikan permintaan maaf menyebut bahwa sikap maskapai dan pemerintah mengakibatkan luka dan duka yang lebih mendalam bagi keluarga korban. “Para pilot tidak memiliki tanggung jawab atas tragedi itu, dan saya berdiri di sini untuk kembali menegaskannya,” imbuh Ardern.

Dia mengakui bahwa temuan Komisi Penyelidikan Publik tidak diterima oleh pemerintah pada masa itu. Laporannya baru sekitar 20 tahun kemudian disampaikan di sidang parlemen. Sebelumnya pada 2009, maskapai Air New Zealand telah meminta maaf kepada keluarga para korban terkait kesalahan yang dilakukan oleh pihaknya sehingga menyebabkan kecelakaan fatal tersebut.

Selain Pemerintah Selandia Baru yang diwakili Ardern, pimpinan Air New Zealand, Therese Walsh juga menyampaikan penyesalannya. “Saya memohon maaf, atas nama maskapai yang 40 tahun lalu gagal dalam melakukan tanggung jawabnya untuk melindungi para penumpang serta staf,” ungkap Walsh.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara


Close Ads