alexametrics

Dalih Perdamaian, Trump Setuju Aturan yang Dukung Demonstran Hongkong

28 November 2019, 18:08:30 WIB

JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani undang-undang kongres yang mendukung demonstran Hongkong pada Rabu (27/11). Hal itu dilakukan meski ada keberatan dari Beijing. Langkah Trump sendiri selain demi perdamaian di Hongkong, juga sebagai upaya kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang merusak hubungan AS dan Tiongkok.

Undang-undang itu pada intinya mengharuskan Departemen Luar Negeri untuk menyatakan, setidaknya setiap tahun, Hongkong mempertahankan otonomi yang cukup terkait persyaratan perdagangan AS yang menguntungkan sebagai pusat keuangan dunia. Undang-undang juga mengancam pemberian sanksi untuk pelanggaran hak asasi manusia.

Kongres kemudian meloloskan RUU kedua yang juga ditandatangani oleh Trump. UU itu melarang ekspor amunisi pengendalian massa seperti gas air mata, semprotan merica, peluru karet, dan pistol setrum untuk kepolisian Hongkong. Seperti diketahui, kepolisian Hongkong menggunakan perlengkapan tersebut untuk mengatasi unjuk rasa prodemokrasi Hongkong.

“Saya menandatangani undang-undang tersebut untuk menghormati Tiongkok, Presiden Xi Jinping, dan warga Hongkong. UU tersebut diberlakukan dengan harapan bahwa pemimpin dan perwakilan Tiongkok dan Hongkong akan dapat menyelesaikan perbedaan mereka secara damai untuk perdamaian jangka panjang. Dan tentunya demi kemakmuran semua,” beber Trump seperti dilansir Reuters.

Trump sendiri sebelumnya bingung akan menandatangani atau memveto undang-undang itu. Di sisi lain, dia mencoba untuk mencapai kesepakatan dengan Tiongkok terkait perdagangan. Itu menjadi prioritas utamanya demi mendapat dukungan jelang pemilu 2020.

Setelah Kongres meloloskan RUU tersebut, para pembantu Trump memperdebatkan dan mengkhawatirkan dukungan presiden terhadap RUU itu dapat mencederai upaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Terlebih sebagian besar dari Kongres akhirnya merekomendasikan penandatanganan untuk menunjukkan dukungan kepada demonstran Hongkong.

Sementara itu, Tiongkok mengecam undang-undang itu sebagai campur tangan kotor dalam urusan internal dan merupakan pelanggaran hukum internasional. Setelah Senat AS mengesahkan undang-undang tersebut, Tiongkok akan melakukan tindakan balasan untuk menjaga kedaulatan dan keamanannya.

AS sendiri juga memiliki hubungan perdangan dengan Tiongkok. Menurut Departemen Luar Negeri AS, sebanyak 85.000 warga AS tinggal di Hongkong pada 2018 dan lebih dari 1.300 perusahaan AS beroperasi di sana. Itu termasuk sejumlah perusahaan keuangan utama AS.

Perdagangan antara Hongkong dan AS diperkirakan bernilai USD 67,3 miliar pada 2018. AS mengantongi surplus USD 33,8 miliar, terbesar dengan negara atau wilayah lainnya. Data tersebut disampaikan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS. Wajar jika Trump dan AS mendukung langkah demonstran, apalagi prodemokrasi baru saja memenangi pemilu dewas distrik beberapa hari lalu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara


Close Ads