alexametrics

Partai yang Membesarkan Angela Merkel Kalah di Pemilu Jerman

Pembicaraan Koalisi Bakal Alot
28 September 2021, 21:31:26 WIB

JawaPos.com – Tampuk kekuasaan di Jerman bakal berpindah. Yaitu, dari Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU) ke Partai Sosial Demokrat (SPD). Berdasar hasil penghitungan suara awal pada Senin(27/9), SPD memimpin dengan perolehan 25,7 persen suara disusul CDU 24,1 persen, Partai Greens 14,8 persen, dan Partai Demokrat Merdeka (FDP) 11,5 persen. Sisanya adalah suara partai-partai kecil lainnya.

Itu adalah perolehan terkecil CDU sepanjang sejarah. Selama 16 tahun terakhir, partai yang membesarkan Kanselir Angela Merkel itu selalu meraup suara terbanyak. Sayangnya, Armin Laschet yang digadang-gadang menggantikan Merkel ternyata tidak mampu menarik dukungan pemilih.

’’Para pemilih telah memberi saya tugas guna membentuk pemerintahan yang baik dan pragmatis untuk Jerman,’’ ujar kandidat kanselir yang diusung SPD Olaf Scholz, seperti dikutip Agence France-Presse.

Meski menang, SPD tidak bisa begitu saja langsung membentuk pemerintahan. Sebab, mereka diperkirakan hanya mendapatkan 206 kursi di perlemen. Padahal untuk menjadi pemilik suara mayoritas dan memimpin Jerman, dibutuhkan minimal 368 kursi. SPD harus berkolaborasi dengan partai lain. Sangat mungkin mereka menggandeng Greens dan FDP. Tapi, selama ini SPD bukanlah partner koalisi dua partai tersebut. Jadi, kemungkinan untuk bersatu juga agak sulit.

FDP yang pro-pebisnis ingin menghindari kenaikan pajak. Namun di lain pihak, SPD dan Greens ingin menaikkan upah minimum serta pajak bagi mereka yang kaya dan menginvestasikan uang rakyat untuk menangani perubahan iklim. ”Masalah koalisi sangat sulit bagi FDP. Anggotanya tidak ingin FDP mendukung pemerintahan sayap kiri,’’ ujar pakar ilmu politik Oskar Niedermeyer dari Free University of Berlin.

CDU tidak mau menyerah begitu saja. Mereka juga akan membentuk koalisi. Jika ingin mendapatkan suara mayoritas, mereka harus menggandeng Greens dan FDP. Namun, hal itu sepertinya sulit dilakukan. Sebab, banyak kebijakan CDU yang bertentangan dengan Partai Greens yang selalu mengusung isu perubahan iklim. CDU dan SPD dulu berkoalisi ketika Merkel berkuasa, namun sepertinya kali ini tidak akan terjadi lagi. CDU agaknya lebih memilih menjadi oposisi dibandingkan bergandengan tangan sekali lagi dengan SPD.

Namun, peluang apa pun masih terbuka lebar. Pembicaraan tentang koalisi tersebut bakal berlangsung selama beberapa pekan hingga beberapa bulan. Jika berbelit, kemungkinan hingga Natal nanti keputusan belum keluar. Artinya, sampai detik itu Merkel masih menjadi kanselir.

Sejatinya, CDU sudah diprediksi kalah jika mengusung Laschet. Meski duduk di posisi kedua, partai tersebut masih agak lega karena mereka tidak tergelincir di posisi lebih rendah lagi, seperti hasil jajak pendapat sebelum pemilu. Berdasar analisis, CDU kehilangan sekitar 900 ribu suara ke Greens dan 340 ribu ke FDP. Dukungan untuk Green didominasi pemuda usia 30 tahun ke bawah yang sangat perhatian pada perubahan iklim.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c6/fat)




Close Ads