JawaPos Radar

Erdogan Siap Temui Rouhani dan Putin Demi Perdamaian Syria

28/08/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Erdogan Siap Temui Rouhani dan Putin Demi Perdamaian Syria
Presiden Recep Tayyip Erdogan akan melakukan perjalanan ke Iran untuk bertemu dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Iran, Vladimir Putin dan Hassan Rouhani (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Iran, Rusia, dan Turki akan bertemu pada 7 September di Iran untuk pertemuan ketiga mereka yang berusaha mengakhiri konflik di Syria. Ini menurut televisi negara Turki.

Dilansir Arab News pada Senin, (27/8), Presiden Recep Tayyip Erdogan akan melakukan perjalanan ke Iran untuk bertemu dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Iran, Vladimir Putin dan Hassan Rouhani. Pertemuan akan diadakan di Kota Tabriz, Iran Utara.

Seorang pejabat kepresidenan Turki yang dihubungi oleh AFP tidak dapat segera mengkonfirmasi laporan tersebut. Namun, kepresidenan telah mengundang jurnalis Turki untuk meliput perjalanan oleh Erdogan ke Iran pada 7 September.

Erdogan Siap Temui Rouhani dan Putin Demi Perdamaian Syria
Perang Syria membuat banyak anak jadi korban (Reuters)

Erdogan sebelumnya mengindikasikan bahwa ia berencana menyelenggarakan pertemuan puncak pada 7 September di Istanbul pada Syria dengan Putin dan juga Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Namun laporan pers selama beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa pertemuan seperti itu semakin tidak mungkin dan akan digantikan oleh pertemuan tiga arah terakhir antara Iran, Rusia, dan Turki.

Ketiga pemimpin itu sebelumnya mengadakan pertemuan di kota wisata Rusia, Sochi, dan Ibu Kota Turki, Ankara. Memang, Ankara, Moskow dan Teheran mendukung pembicaraan damai yang berbasis di Ibu Kota Kazakhstan, Astana di mana mereka bersikeras memperkuat proses perdamaian PBB di Jenewa.

Iran dan Rusia adalah sekutu utama Presiden Syria Bashar Al Assad dan intervensi militer mereka di Syria sangat kuat dalam perang saudara tujuh tahun. Turki telah mendukung pemberontak yang berusaha menggulingkan Assad tetapi sejak akhir 2016 telah bekerja semakin erat dengan Iran dan Rusia untuk membawa perdamaian ke Syria.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up