JawaPos Radar

TKI Asal Lampung Ditemukan Setelah 15 Tahun Ditahan Majikan

28/07/2018, 16:46 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
TKI Asal Lampung Ditemukan Setelah 15 Tahun Ditahan Majikan
Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto dan istri saat menemui TKI Sarisih. (KBRI Amman)
Share this

JawaPos.com - Tenaga Kerja Indonesia asal Lampung, Sarisih akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman pada Jumat (27/7). Sarisih ditahan oleh majikan selama 15 tahun. 

Upaya pencarian perempuan berusia 42 tahun tersebut berawal dari sejumlah laporan yang diterima oleh Presiden Joko Widodo dan diterima oleh sejumlah instansi dari Ferdina Nur Fitria, 21. Mahasiswa semester 7 UIN Raden Intan Lampung ini meminta bantuan Pemerintah agar memulangkan ibunya yang tidak pernah dilihatnya lagi sejak 15 tahun lalu. 

“Saya mohon, bantu Ibu saya. Bantu saya Pak Jokowi, untuk memulangkan Ibu saya, bukankah Ibu saya warga Indonesia? Saya mohon bantuan Bapak Jokowi," ujar Ferdina dalam suratnya.

Kisah ini semakin pilu, sebab Ferdina sudah ditinggal wafat oleh ayahnya saat berusia 6 tahun. Oleh karena itu, dia sangat ingin bertemu ibundanya. 

Berdasarkan pengaduan tersebut, KBRI Amman segera melakukan upaya pencarian berbekal informasi yang minimal. Laporan disampaikan kepada kepolisian Yordania, simpul-simpul masyarakat Indonesia dihubungi, data milik KBRI serta yang bersumber dari berbagai instansi di Indonesia yang mungkin menyimpan informasi keberadaan Sarisih ditelusuri.

Sesuai informasi awal, semula KBRI melakukan penelusuran ke kota Aqaba, sekitar 450 km dari ibu kota Amman. Setelah penelusuran panjang akhirnya pada minggu ketiga Bulan Juli 2018 lalu KBRI Amman berhasil menemukan keberadaan Sarisih di daerah Swefieh, sekitaran Amman. 

KBRI juga berhasil melakukan komunikasi dengan Sarisih dan majikannya. Meski sempat bersitegang dengan majikan karena majikan tidak mau memberikan akses kepada Sarisih, namun Tim Perlindungan WNI KBRI Amman akhirnya berhasil memaksa majikan membawa Sarisih ke KBRI Amman.

Saat ditemui langsung oleh Duta Besar RI untuk Yordania, Andy Rachmianto dan Tim Perlindungan WNI di KBRI Amman, Sarisih menuturkan bahwa dirinya bekerja kepada majikan yang sama sejak tiba di Yordania pada 2003. Di awal bekerja Sarisih hanya mendapatkan gaji sebesar 100 USD atau Rp 1,4 juta setiap bulan. 

Sarisih mengaku bahwa dirinya tidak pernah dibuatkan izin tinggal dan sejak masa berlaku paspornya berakhir pada 2008, majikan tidak pernah mengajukan pembuatan paspor baru. Sarisih juga mengaku bahwa majikan selalu menakut-nakuti dan mengancam dirinya setiap kali menyampaikan keinginan untuk ke KBRI.

“Sejak dulu saya ingin pulang tapi ditahan majikan. Terima kasih KBRI sudah bantu saya”, ujar Ibu Sarisih dengan mata sembab kepada Duta Besar RI bersama istri yang menemui di penampungan KBRI Amman.

“Kita akan segera pulangkan Ibu Sarisih kepada keluarganya. Tapi sebelum dipulangkan, kita akan pastikan terlebih dahulu semua hak-haknya terpenuhi," ujar Duta Besar Andy Rachmianto dari keterangan pers yang diterima JawaPos.com pada Sabtu (28/7).

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up