alexametrics

Selama KTT Kedua, Para Aktivis Vietnam Dijaga Ketat Aparat

28 Februari 2019, 11:02:41 WIB

JawaPos.com – Belasan aktivis politik Vietnam mengatakan, mereka dikekang selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Polisi meningkatkan pengawasan dan mencegah mereka meninggalkan rumah mereka di Hanoi, Vietnam.

Meskipun reformasi ekonomi dan sosial meluas di Vietnam, Partai Komunis yang berkuasa mempertahankan kontrol ketat terhadap media dan tidak menoleransi kritik.

korut, tiongkok, beijing, kim jong un, trump, as, vietnam, KTT Kedua,
Para aktivis dilarang mendekat ke Hotel Sofitel di mana Trump dan Kim Jong Un bertemu (ACT Travel)

Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc mengatakan, keamanan harus menjadi prioritas utama di Hanoi. Selama ini Hanoi melabeli dirinya sebagai kota untuk perdamaian untuk menjadi tuan rumah KTT Kedua.

Nguyen Chi Tuyen, seorang aktivis yang dikenal sebagai Anh Chi mengatakan, para pejabat keamanan telah ditempatkan di luar rumahnya selama dua hari. Ia jadi tak bebas pergi sesuka hatinya.

“Mereka mengikuti saya ke mana pun saya pergi dan memperingatkan saya bahwa saya mungkin ditahan jika saya menyeberangi sungai ke pusat kota,” katanya kepada Reuters, Rabu (27/2).

Polisi mengatakan kepadanya bahwa mereka akan menjaga rumahnya sampai 1 Maret dan tidak mengambil foto mereka. Kementerian Luar Negeri Vietnam tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Trump dan Kim bertemu pada Rabu (27/2) malam di Hotel Sofitel di Hanoi untuk memulai KTT Kedua mereka. Keduanya bekerja sama memecahkan kebuntuan terkait senjata nuklir Korut dan sanksi AS.

Dao Thu Hue, seorang guru Tiongkok di sebuah universitas di Hanoi yang dikenal karena protes antikomunisnya mengatakan, polisi mulai membatasi pergerakannya pada Selasa malam. Rumahnya sering ditutup selama acara-acara besar.

“Kali ini mereka lebih ketat dan sangat nekat. Mereka tidak mengatakan mengapa mereka memblokir rumah saya, hanya mengatakan ‘kami mengikuti perintah’,” kata Hue.

Bui Hang, seorang aktivis yang berbasis di kota selatan Vung Tau mengatakan kepada Reuters seseorang telah mengunci pintunya dari luar dan menempelkannya di tempatnya. Beberapa aktivis lain mengatakan, mereka berhasil melakukan kompromi dengan petugas keamanan.

“Saya telah dijaga selama beberapa hari tetapi masih ada ruang untuk bernegosiasi,” kata aktivis La Dung, yang berbicara ketika dia sedang mengendarai sepeda motor petugas keamanan setempat dalam perjalanannya untuk bermain tenis. “Mereka bilang tenis tidak apa-apa, tetapi hal lain tidak,” Dung tertawa.

Selain itu, penyanyi dan aktivis Mai Khoi saat terakhir kali Trump berada di Vietnam pada 2017, dia memegang poster yang bertuliskan “Piss on you Trump”. Dia dikunci di dalam rumahnya selama beberapa jam setelah protes itu.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Selama KTT Kedua, Para Aktivis Vietnam Dijaga Ketat Aparat