alexametrics

Polisi Hongkong dan Tiongkok yang Kian Aktif Lakukan Penangkapan

Geledah Para Jurnalis, Amankan Penonton Demo
27 Agustus 2019, 14:31:08 WIB

Tiga bulan sudah aksi massa di Hongkong berlangsung. Ratusan orang sudah dijebloskan ke balik jeruji besi. Sebagian penahanan dilakukan dengan membabi buta karena kebrutalan massa.

SITI AISYAH, Jawa Pos

JawaPos.com – Malam mulai menyelimuti Tsuen Wan, Hongkong, Minggu (25/8). Namun, kota yang menghadap ke teluk itu bukannya kian tenang. Situasi malah tambah panas. Ribuan demonstran yang turun ke jalan tak mau pulang. Sebagian yang berada di garis depan memilih untuk terus menyerang. Pihak kepolisian jadi sasaran pembalasan.

Sekelompok polisi dikerumuni massa yang bersenjata batu dan benda-benda lainnya. Seorang polisi tiba-tiba terjatuh. Yang lain berusaha melindungi. Merasa nyawa mereka terancam, seorang petugas kepolisian akhirnya memberikan tembakan peringatan ke udara. Itu adalah kali pertama peluru asli ditembakkan sepanjang aksi demo di Hongkong.

“Sebanyak 15 anggota kepolisian terluka dalam bentrok malam itu.” Demikian bunyi pernyataan Kepolisian Hongkong seperti dikutip Agence France-Presse.

Hari itu 36 demonstran ditangkap. Yang paling muda masih berusia 12 tahun. Sepanjang pekan lalu, total 86 orang sudah dijebloskan di balik jeruji besi. Mereka ditangkap karena memiliki senjata, menyerang polisi, dan menggelar pertemuan yang melanggar hukum.

Tak ada yang tahu pasti siapa yang mulai rusuh lebih dulu. Baik polisi maupun demonstran saling klaim kebenaran. Tembakan peringatan polisi itu menjadi kecaman di berbagai media sosial. Warganet menuding polisi telah gagal mengontrol emosi.

Sering polisi memang salah tangkap. Jan Bochenski pernah menjadi salah satunya. Mantan petugas kepolisian itu tengah melihat aksi massa yang rusuh di Ka On Street, Sai Wan, Minggu (4/8), pukul 09.00. Rumah pensiunan 62 tahun itu memang berada di area yang sama. Tiba-tiba saja petugas kepolisian datang dan mengecek identi­tasnya. Begitu tahu bahwa Bochenski bukan turis, polisi langsung mengamankan dia dengan alasan menggelar perkumpulan yang melanggar hukum.

Bochenski menegaskan bahwa saat itu ada beberapa remaja, pengantar pizza, chef asal India yang masih memakai seragam, seorang ibu dan anaknya, serta beberapa orang lainnya yang totalnya sekitar 30 orang. Mereka adalah orang-orang yang biasa ada di jalanan Sai Wan di Minggu malam.

“Tidak ada jam malam, bagaimana bisa ditahan karena berkumpul secara ilegal?” tanya dia seperti dikutip South China Morning Post.

Para pengacara yang mengurus orang-orang yang salah tangkap itu tak kalah pusing. Polisi biasanya mengulur waktu sehingga mereka harus menunggu lama sebelum bertemu dengan kliennya.

Pemerintah Tiongkok melakukan hal serupa. Mereka mengintensifkan taktik intimidasi kepada pengacara, jurnalis, aktivis, dan diplomat yang melakukan perjalanan dari dan ke Tiongkok. Al Jazeera melaporkan bahwa beberapa pekan ini ada kenaikan penahanan dan inspeksi telepon genggam pada individu yang diduga terlibat dengan para demonstran. Kemarin Beijing juga mengancam akan mengintervensi Hongkong jika demo terus rusuh.

Penduduk Hongkong dan staf Konsulat Inggris Simon Cheng menjadi korban. Dia ditangkap pada 8 Agustus, saat pergi ke Shenzhen untuk urusan bisnis. Dia diamankan selama 15 hari. Pengacara HAM Chen Qiushi mengalami tekanan serupa. Dia ke Hongkong untuk mengamati protes, tapi dipaksa untuk pulang. Videonya yang mendokumentasikan aksi massa, lalu diunggah di Weibo, langsung dihapus otoritas Tiongkok.

Hal yang sama menimpa produser Sky News Asia Michael Greenfield dan dua rekannya. Dia melakukan perjalanan darat dari Shenzhen ke Hongkong. Pihak imigrasi sempat menahannya selama sejam dengan alasan ada masalah dengan visanya. Rekannya, koresponden Sky News Asia Tom Cheshire, juga ditahan Kamis (22/8), ketika pergi dari Beijing ke Hongkong. Petugas menggeledah telepon genggamnya dan melihat isi galeri fotonya. Mereka juga melihat akun WeChat milik Cheshire.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (*/c10/dos)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads