alexametrics

Pertempuran Sengit Afghanistan-Taliban, Korban Sipil Berjatuhan

22 Ribu Keluarga Mengungsi dari Kandahar
27 Juli 2021, 17:02:43 WIB

JawaPos.com – Hafiz Mohammad Akbar hanya bisa meratapi nasib. Dia dan seluruh keluarganya terpaksa meninggalkan rumah mereka di Kandahar, Afghanistan, karena serangan Taliban. Kini rumahnya diambil alih oleh kelompok oposisi yang berdiri sejak 1994 tersebut.

”Mereka (Taliban, Red) memaksa kami pergi. Saya dan 20 anggota keluarga saya kini tinggal di kamp tanpa toilet,” ujar Hafiz seperti dikutip Agence France-Presse.

Kandahar dulu adalah markas Taliban saat mereka berkuasa pada 1996–2001. Ada 650 ribu penduduk yang tinggal di sana. Itu adalah kota terbesar kedua setelah Kabul. Taliban agaknya ingin menguasai kembali kota tersebut. Belakangan ini pertempuran di Kandahar kian intensif.

”Pertempuran telah membuat 22 ribu keluarga di Kandahar kehilangan tempat tinggal dalam sebulan terakhir,” ujar Kepala Departemen Pengungsi Kandahar Dost Mohammad Daryab. Penduduk pindah dari distrik yang sedang dijadikan arena pertempuran ke area yang lebih aman. Pemerintah setempat telah membuat kamp-kamp pengungsian. Total penduduk yang mengungsi ke kamp sudah mencapai 154 ribu orang.

Wakil Gubernur Kandahar Lalai Dastageeri menuding kelalaian aparat keamanan, utamanya polisi, yang membuka jalan bagi Taliban untuk menyerang. ”Kami sekarang berusaha untuk menata kembali pasukan keamanan kami,” ujarnya.

Sejak awal Mei, pertempuran terjadi di beberapa kota di Afghanistan. Kandahar hanyalah salah satunya. Itu terjadi setelah penarikan pasukan AS dari negara tersebut. Saat ini hampir separo di antara sekitar 400 distrik di Afghanistan sudah jatuh ke tangan Taliban.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c13/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads