Enam Polisi Tewas saat Baku Tembak di Meksiko Utara

27 Juni 2022, 07:12:32 WIB

JawaPos.com–Enam polisi tewas di Meksiko utara dalam baku tembak dengan penyerang yang jumlahnya lebih banyak. Para penyerang itu menggunakan senjata kaliber tinggi dalam penyerangan pukul 03.00 waktu setempat pada Minggu (26/6) di dekat perbatasan AS-Meksiko.

Pejabat Kementerian Keamanan di negara bagian Nuevo Leon menyatakan para penyerang juga mengendarai 10 truk lapis baja. Polisi telah bertindak secara heroik.

”Sedihnya, enam anggota satuan kami meninggal dalam menjalankan tugas. Empat petugas lainnya terluka dan menerima perawatan medis,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Antara.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mewarisi negara yang terguncang akibat tingkat pembunuhan yang tinggi dan telah berjuang untuk mengendalikan kekerasan geng yang mengakar. Total pembunuhan tahunan rata-rata berada di angka yang mengarah ke jumlah tertinggi di bawah Pemerintahan Meksiko mana pun sejak pencatatan modern dimulai.

Pembunuhan baru-baru ini terhadap dua imam Yesuit dan seorang pemandu wisata di wilayah utara negara bagian Coahuila memicu kecaman dari Paus Fransiskus, yang menyesali begitu banyak pembunuhan di Meksiko.

Sebelumnya, jasad dua pendeta Yesuit dan satu pemandu wisata yang ditembak mati pekan ini di kawasan geng kejahatan di Meksiko telah ditemukan. Ketiganya tewas diduga setelah terlibat pertengkaran dengan seorang pengedar narkoba di negara bagian perbatasan Chihuahua.

”Telah kami temukan… mayat pendeta Yesuit Javier Campos, Joaquin Mora, dan pemandu wisata Pedro Palma,” kata Gubernur Chihuahua Maria Eugenia Campos dalam video yang diunggah di media sosial.

Kantor kejaksaan di Chihuahua mengatakan, ketiganya dibunuh setelah Palma masuk ke sebuah gereja di kota Cerocahui untuk melindungi diri dari serangan. Kejaksaan menyebut, Jose Noriel Portillo Gil sebagai tersangka pembunuhan itu dan menawarkan hadiah 5 juta peso (Rp 3,69 miliar) bagi siapa saja yang memberikan info tentang keberadaannya.

Jaksa agung Chihuahua Roberto Fierro mengatakan, pihak berwenang juga sedang mencari dua orang yang diculik pada Senin lalu sebelum insiden pembunuhan pendeta dan pemandu wisata. Istri dari salah satu korban pembunuhan, merujuk pada Palma– termasuk di antara mereka yang hilang.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: