alexametrics

Gubernur Puebla: Orang Miskin Kebal Korona

27 Maret 2020, 15:23:30 WIB

JawaPos.com – Pandemi Korona terjadi diberbagai belahana benua. Tak terkecuali salah satu negara di Amerika Latin, yakni Meksiko. Tercatat sudah ada sekitar 475 COVID-19 di negara itu.

Gara-gara virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu Gubernur negara bagian di Meksiko memicu sempat kehebohan di negara tersebut dengan menyebutkan bahwa orang miskin kebal terhadap virus Korona.

Gubernur Puebla, Luis Miguel Barbosa saat konferensi pers awal pekan ini mengatakan, orang-orang miskin di Meksiko seharusnya tidak khawatir soal pandemi global.

“Jika anda kaya maka anda berisiko. Jika miskin tidak. Orang miskin kebal Korona,” ucapnya.

Gubernur itu menjelaskan, mereka yang bepergian bisa lebih berisiko terpapar COVID-19 dan ia mengkaitkan kemampuan melakukan perjalanan dengan mereka yang kaya. Ia lantas berasumsi bahwa orang miskin tidak berisiko terinfeksi Korona.

Gubernur merupakan “morenista” atau anggota partai yang sama seperti Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yakni partai National Regeneration Movement (MORENA).

Presiden dikritik karena pendekatannya yang santai, dan ia, seperti Barbosa, yang membuat pengakuan meragukan.
Belum genap sepekan presiden mengatakan orang Meksiko “sangat tahan banting” karena budaya mereka, tampaknya menunjukkan bahwa orang Meksiko akan lebih baik dari negara lain yang terjangkit virus corona berkat akar “kuno” mereka.

Selain itu, ia juga mengatakan, kepada warga agar tetap makan di restoran dengan keluarga mereka guna membantu perekonomian dan tidak “lebay” dengan situasi yang ada.

Sementara itu seluruh negara di dunia sedang memberlakukan karantina wajib dan di Meksiko hampir 500 orang positif Korona. Jumlah tersebut jauh lebih banyak sebab rumah sakit umum menolak untuk memeriksa pasien dengan gejala.

Diketahui, Korona muncul pada Desember, virus itu telah menjangkit sedikitnya 175 negara dan kawasan, menurut data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.

Lebih dari 531.000 kasus dilaporkan secara global dengan jumlah kematian melebihi 24.000 dan lebih dari 122.000 orang dinyatakan sembuh.

Kendati jumlah kasus meningkat, kebanyakan orang yang tertular virus hanya mengalami gejala ringan sebelum akhirnya dinyatakan pulih.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Antara



Close Ads