alexametrics

Pemuda Indonesia Bentuk Komunitas Pelajar ASEAN di Turki

27 Maret 2019, 13:14:46 WIB

JawaPos.com – Salah satu ungkapan Bapak Proklamasi Indonesia yang sangat terkenal, Ir Soekarno berbunyi, “Seribu orangtua bisa bermimpi, satu orang pemuda mampu mengubah dunia.” Beliau begitu percaya akan kekuatan pemuda yang mampu menjadi sosok perubahan. Kata-kata ini juga terbukti dengan banyaknya pemuda Indonesia yang mampu menjadi sosok perubahan dunia.

Seperti yang dilakukan oleh ketiga pemuda Indonesia yang berada di negeri dua benua ini. Mereka adalah Farhan Kurnia Mayendri, Gesta Fauzia Nurbiansyah, Adli Hazmi bersama satu pelajar Malaysia lainnya telah berhasil menginisiasi terbentuknya Komunitas Pelajar ASEAN di Turki.

Ketiganya adalah penerima beasiswa Pemerintah Turki (Turkiye Burslari) yang kini menempuh pendidikan Strata-2 di universitas yang berbeda. Farhan saat ini sedang menempuh S2 di Hacettepe University, Ankara Jurusan Ekonomi. Sedangkan Gesta dan Adli kini menempuh pendidikan di Necmettin Erbakan Universitesi Konya.

turki, indonesia, erdogan, komunitas pelajar asean, asean,
Serenli berbicara mengenai budaya demokrasi beserta tantangannya. Dalam pidatonya, Serenli mengatakan, parlemen, pemerintah, dan institusi-institusi terkait memiliki pekerjaan yang esensial dalam pemb (PPI Turki)

Penginisiasian terbentuknya Komunitas Pelajar ASEAN ini didasari oleh minimnya pengetahuan orang asing mengenai ASEAN, terutama di Turki.

“Kami ingin supaya ASEAN dikenal luas di manapun kita berpijak, khususnya di Turki ini. Selain itu di Eropa khususny belum ada komunitas pelajar ASEAN di lingkup country level. Kami ingin membawa semangat ASEAN tersebut,” ungkap Gesta, Rabu (27/3).

Di Turki terdapat beberapa organisasi pelajar yang aktif seperti Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki (PPI Turki) yang berdiri tahun 2010, Thailand Students Association in Turkey (TSAT) dan Malaysia Students Association in Turkey (MASAT) yang berdiri tahun 2012 dan Filipino Students Association in Turkey (FSA) yang berdiri tahun 2016.

Pada tanggal 23 Maret lalu, sebuah deklarasi terbentuknya komunitas ini berhasil dilakukan di kantor Yurtdisi Turkler ve Akraba toplulugu (YTB). Deklarasi ini juga ditandatangani oleh perwakilan organisasi pelajar yakni Nur Izzah Binti Fakharuldin (Presiden MASAT) yang juga merupakan salah satu inisiator terbentuknya komunitas ASEAN di Turki berkewarganegaraan Malaysia, Darliz Aziz (Ketua PPI Turki), Kyle Christian Manejero (perwakilan FSA) dan Fadel Chehae (Ketua TSAT).

“Komunitas pelajar ASEAN ini adalah embrio penting untuk pergerakan dan pengembangan pelajar ASEAN di Turki. Tujuan adanya komunitas ini adalah untuk memperkuat hubungan antar pemuda ASEAN di Turki, membawa semangat ASEAN dan sebuah wadah untuk membuat program yang baik demi masa depan ASEAN”, ujar Farhan.

Deklarasi ini dikemas dalam program seminar dengan tema besar demokrasi oleh Director of the Training and Technical Cooperation Department of Statistical Economic and Social Research and Training for Islamic Countries (SESRIC), Serenli.

Serenli berbicara mengenai budaya demokrasi beserta tantangannya. Dalam pidatonya, Serenli mengatakan, parlemen, pemerintah, dan institusi-institusi terkait memiliki pekerjaan yang esensial dalam pembentukan budaya demokrasi.

Menurut Serenli, pendidikan demokrasi seharusnya diimplementasikan sedari dini untuk membentuk budaya demokrasi yang baik

Sementara itu Adli mengatakan, sebagai pemuda kita harus menyadari bahwa kita adalah cikal bakal pemimpin masa depan. “Saya berharap adanya Komunitas ASEAN di Turki ini mampu memberikan kontribusi positif baik untuk ASEAN maupun pemuda ASEAN kedepannya,” tutup Adli.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia



Close Ads
Pemuda Indonesia Bentuk Komunitas Pelajar ASEAN di Turki