alexametrics

Dihina, Perusahaan Pakaian Batal Jual Jilbab di Prancis

27 Februari 2019, 13:17:38 WIB

JawaPos.com – Pengecer pakaian olahraga Prancis, Decathlon, telah membatalkan rencana untuk menjual jilbab untuk pelari wanita. Hal ini disebabkan protes publik terhadap rencana mereka.

Perusahaan itu mengatakan telah memutuskan untuk menangguhkan produk setelah gelombang penghinaan dan ancaman menyerang mereka dengan keras. Mereka sangat terkejut dengan hal itu.

Politisi Prancis mengatakan, jilbab itu bertentangan dengan nilai-nilai sekuler negara itu. Bahkan beberapa anggota parlemen menyarankan untuk memboikot merek tersebut.

jilbab, prancis, dihina,
Politisi Prancis mengatakan, jilbab itu bertentangan dengan nilai-nilai sekuler negara itu. Bahkan beberapa anggota parlemen menyarankan untuk memboikot merek tersebut (Reuters)

Awalnya Decathlon menjual jilbab di Maroko. Di negara Afrika itu, jilbab laku keras. Namun hal itu tak diterima di Prancis. Selama ini, masalah-masalah bagaimana wanita Muslim berpakaian di depan umum sering memicu kontroversi di Perancis.

“Kami membuat keputusan untuk tidak memasarkan produk ini di Prancis saat ini,” kata Juru Bicara Decathlon Xavier Rivoire kepada radio RTL pada Selasa (26/2) dilansir dari BBC.

Dia sebelumnya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa keputusan awalnya adalah membuat olahraga dapat diakses oleh semua wanita di dunia. Jilbab polos dan ringan, yang menutupi rambut dan bukan wajah, akan mulai dijual di 49 negara mulai Maret.

Sebelumnya, pabrikan peralatan olahraga Nike telah memasarkan hijab olahraga di Prancis sejak 2017.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Copy Editor :

Dihina, Perusahaan Pakaian Batal Jual Jilbab di Prancis