alexametrics

Keuntungan yang akan Didapat Indonesia dari Kunjungan Raja Salman

27 Februari 2017, 11:03:22 WIB

JawaPos.com – Kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Alsaud ke tanah air pada 1 Maret 2017 mendatang bakal mendatangkan sejumlah keuntungan besar terhadap negara.

Menurut Anggota Komisi I DPR Sukamta, kunjungan Raja Salman ke Indonesia dengan membawa rombongan dalam jumlah besar merupakan tanda positif yang perlu dioptimalkan untuk menguatkan hubungan bilateral kedua negara.

Terhadap Indonesia tentunya sangat menguntungkan. Karena, Raja Salman mampu mendorong hubungan yang lebih erat antara Indonesia dengan Arab Saudi.

Dengan peningkatan hubungan bilateral ini diharapkan berdampak terhadap peningkatan volume perdagangan dan investasi. Apalagi Arab Saudi bersiap berinvestasi senilai Rp 300 triliun. Hal tersebut jelas sangat baik bagi Indonesia.

“Penguatan hubungan bilateral ini juga bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengusulkan solusi perlindungan TKI di Arab Saudi,” ujar Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/2).

Lebih jauh politikus PKS itu, dalam kunjungan tersebut Raja Salman diyakni akan menambah jumlah kuota Haji. Sebab beberapa tahun terakhir, Indonesia tengah berusaha meminta tambahan kuota haji. “Saya berharap dalam pembicaraan yang dilakukan pemerintah bisa mendorong adanya kesepakatan,” katanya.

Kujungan ini tentunya akan menguatkan peran kedua negara dalam isu regional Asia khususnya di kawasan dunia Islam. Karena Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar sementara Arab Saudi dengan keberadaan Mekkah dan Madinah sebagai Kota Suci umat Islam dihormati oleh negara-negara Islam.

Sehingga kedua negara dapat memainkan peran strategis untuk mendorong upaya meredakan konflik dan ketegangan di negara-negara Islam. “Pembicaraan soal ini akan sangat terkait dengan isu terorisme. Karena selama konflik terus berjalan, akan menyuburkan tumbuhnya kelompok radikal seperti ISIS. Maka resolusi konflik perlu diwujudkan dan saya optimis kedua negara dapat memainkan peran ini dengan baik,” ungkapnya.

Sukamta menyebutkan, peran strategis kedua negara juga dapat dikembangkan untuk membangun masa depan dunia Islam yang mampu bersaing di tataran global. Pasalnya selama ini pembicaraan di level regional sering didominasi pekerjaan rumah isu politik keamanan.

“Saya kira dunia Islam perlu punya agenda sendiri, seperti penguatan kerjasama peningkatan sains dan teknologi, pengembangan industri, kerjasama sosial dan budaya. Ini akan lebih konstruktif membawa kemajuan,” pungkasnya. (cr2/JPG)

Editor : Ilham Safutra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Keuntungan yang akan Didapat Indonesia dari Kunjungan Raja Salman