alexametrics

AS Kunjungi Filipina Ungkit Laut China Selatan, Tiongkok Marah Besar

26 November 2020, 03:33:27 WIB

JawaPos.com – Tiongkok geram dengan langkah Amerika Serikat karena mencoba mendekati Filipina. Tiongkok menuduh AS mencoba menciptakan kekacauan di Asia-Pasifik, sehari setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’Brien mengunjungi Filipina.

Amerika Serikat mendukung negara-negara lain dalam sengketa maritim dengan Tiongkok dan menuduh Beijing menggunakan tekanan militer untuk memajukan kepentingannya sendiri. Selama perjalanannya ke Manila, O’Brien memberi sinyal dukungan AS untuk Filipina dan Vietnam.

“Kami mendukung Anda,” kata O’Brien. Dia juga mendukung komitmen AS untuk Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Hanya saja, langkah AS itu membuat Tiongkok marah besar. Lagi-lagi Tiongkok menuding AS memiliki mentalitas perang dingin.

“Kami dengan tegas menentang pernyataan yang penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan secara sembarangan menghasut konfrontasi,” kata Kedutaan Besar Tiongkok di Manila dalam pernyataan yang diposting di situsnya.

“Itu menunjukkan bahwa kunjungannya ke kawasan Filipina bukan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan, tetapi untuk menciptakan kekacauan di kawasan itu demi kepentingan egois AS,” tukas pihak Tiongkok seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (25/11).

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan di bawah apa yang disebut sembilan garis putus-putus dan selama beberapa tahun terakhir telah membangun instalasi militer yang disengketakan. Meski ada keputusan pengadilan internasional yang menemukan garis itu yang tumpang tindih dengan klaim Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.

Selama ini Filipina membawa kasusnya ke Den Haag setelah perselisihan selama dua bulan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok atas Scarborough Shoal pada tahun 2014. Pengadilan memutuskan dua tahun kemudian bahwa di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut, Filipina memiliki hak eksklusif atas sumber daya dalam jarak 370,4 km (200 mil laut) dari pantainya.

Keputusan tersebut tidak menghalangi Tiongkok yang terus membangun pangkalan di laut. Sementara AS telah berulang kali mengirim kapal perang melalui daerah tersebut untuk menyoroti kebebasan navigasi di salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia.

Kedutaan Besar Tiongkok menuduh AS berperilaku provokatif. “Fakta telah membuktikan bahwa AS adalah pendorong terbesar militerisasi Laut China Selatan dan faktor eksternal paling berbahaya yang membahayakan perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan,” kata Kedubes Tiongkok di Filipina.

Menurut Tiongkok, Taiwan adalah urusan internal bagi Tiongkok. “Hanya ada satu Tiongkok baik Taiwan dan Hongkong adalah bagian tak terpisahkan dari Tiongkok. Ini adalah fakta objektif dan norma dasar yang mengatur hubungan internasional,” tegas Kedubes Tiongkok.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads