alexametrics

Prodemokrasi Menang Besar, Tekuk Pro-Beijing di Pemilu Dewan Distrik

26 November 2019, 19:09:13 WIB

JawaPos.com – Chief Executive Hongkong Carrie Lam tertunduk setelah tahu hasil hitung cepat dewan distrik, Senin (25/11). Sebagian besar kroninya di kubu pro-Beijing kalah. Kontestasi lembaga perwakilan lokal itu boleh jadi merupakan kemenangan politik pertama dari demonstran Hongkong.

Menurut CNN, kubu prodemokrasi merebut 388 dari 452 kursi pada 18 distrik Hongkong. ’’Rakyat Hongkong telah bicara. Saatnya pemerintah merespons,’’ ujar Paul Zimmerman, politikus prodemokrasi yang kembali terpilih menjadi dewan distrik.

Baca juga: Demokrat Menangi Pemilu Distrik, Pemimpin Hongkong Makin Tertekan

Pukulan bagi kubu Lam hampir telak. Nama-nama besar dari kubu pro-Beijing tumbang dalam pemilu kali ini. Salah satunya politikus eksentrik Junius Ho. Pria yang sempat ditusuk saat berkampanye bulan ini tersebut gagal menarik simpati dari pemilih. ’’Dunia benar-benar terbalik,’’ ujarnya via Facebook sebagaimana dilansir Agence France-Presse.

Democratic Alliance for the Betterment and Progress of Hong Kong (DAB), partai pro-Beijing terbesar di Hongkong, juga tidak selamat dari gelombang massa prodemokrasi. Dari 181 kandidat yang diutus, hanya 21 yang berhasil menang.

Beberapa tokoh besar seperti Wakil Ketua DAB Holden Chow juga tersingkir. Sebelum pengumuman, Chow memprediksi dirinya akan kalah. Namun, dia menegaskan bahwa kekalahan kali ini hanya sementara. Menurut dia, kubu pemerintah bakal kembali bangkit.

’’Kami ingin demokrasi yang pragmatis dan tetap mempertahankan hubungan baik dengan pemerintah pusat (Tiongkok, Red),’’ ungkapnya.

Yang paling merasa terancam tentu Carrie Lam. Meski tidak akan memengaruhi kebijakan pemerintah, banyak yang mengatakan bahwa pemilu kali ini sebenarnya referendum terhadap pemerintah. Masyarakat sudah tidak puas dengan kinerja petahana.

Perempuan berusia 62 tahun itu juga tidak mengingkari fakta. ’’Beberapa orang mengartikan hasil pemilu sebagai kekecewaan terhadap pemerintah. Karena itu, kami akan introspeksi dan mendengarkan rakyat,’’ ungkapnya.

Tentu, kubu prodemokrasi tidak puas dengan jawaban Lam. Sebab, Lam sama sekali tidak menyebut lima tuntutan yang diserukan pengunjuk rasa beberapa bulan terakhir.

Lima tuntutan tersebut adalah pencabutan RUU Ekstradisi, penyelidikan independen terhadap kekerasan polisi, menganulir semua sikap pemerintah terkait protes sebagai aksi kerusuhan, amnesti kepada semua demonstran, serta melakukan pemilu untuk memilih chief executive dan dewan legislatif.

’’Hasil hari ini jelas meminta pemerintah segera menjawab lima tuntutan tersebut,’’ ujar Jimmy Sham. Koordinator Civil Human Rights Fronts (CHRF) tersebut baru saja menang dalam pemilu distrik Sha Tin.

Sementara itu, Pemerintah Tiongkok menuding bahwa hasil tersebut merupakan manipulasi dari pihak asing. Mereka menegaskan bahwa Beijing bakal mendukung penuh pemerintah saat ini untuk melanjutkan proses hukum terhadap demonstran.

’’Apa pun yang terjadi, Hongkong akan selalu menjadi bagian dari Tiongkok. Upaya untuk merusak kesejahteraan dan stabilitas politik tak akan berhasil,’’ jelas Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi saat berkunjung ke Jepang.

Pakar politik Joseph Cheng mengatakan bahwa pemerintah harus segera mengambil keputusan. Jika rakyat merasa pemerintah tidak merespons kekalahan pemilu kali ini, situasi bakal menjadi lebih buruk.

’’Harus ada proses rekonsiliasi. Jika tidak, demonstran akan kembali ke jalan dan konflik akan terus terjadi,’’ papar pengajar di City University of Hong Kong.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c15/dos)


Close Ads