alexametrics

Dokter Brasil Dinilai Hanya Mau Layani Orang Kaya

26 November 2018, 06:43:23 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Brasil bergerak cepat mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan para dokter dan perawat Kuba. Dalam waktu tiga hari, rezim Presiden Jair Bolsonaro telah merekrut ribuan tenaga medis. Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan bahwa kini sekitar 92 persen kebutuhan telah terpenuhi.

Saat ini sekitar 17.500 orang terdaftar sebagai tenaga medis pengganti dokter dan perawat asal Kuba. Selain itu, ada sekitar 8.000 dokter yang sudah dikirim ke kota-kota tertentu. Selama ini, para dokter dan perawat Kuba bertugas di desa-desa miskin dan daerah pedalaman. Lokasi-lokasi itu biasanya dihindari para dokter dan perawat Brasil. Mereka lebih memilih bekerja di kota.

Menurut Reuters, Pemerintah Brasil membuka lowongan tenaga medis untuk warganya sampai 7 Desember. Namun, Albert Ko, pakar epidemi Yale School of Public Health, tidak yakin kebutuhan itu bisa terpenuhi sebelum seluruh dokter dan perawat Kuba hengkang.

dokter, dokter brasil, kuba,
Selain ogah ditugaskan di tempat terpencil, para dokter dan perawat Brasil cenderung hanya mau melayani orang kaya. Itu jauh berbeda dengan karakteristik dokter dan perawat Kuba (Pixabay)

’’Brasil mencetak banyak tenaga dokter. Tapi, distribusinya tidak seimbang,’’ ujar Ko seperti dikutip The Guardian kemarin (24/11). Selain ogah ditugaskan di tempat terpencil, para dokter dan perawat Brasil cenderung hanya mau melayani orang kaya. Itu jauh berbeda dengan karakteristik dokter dan perawat Kuba.

Brazilian Association of Collective Health mengungkapkan, sekitar 10 persen kota di Brasil bergantung pada dokter dari Kuba. Misalnya saja di Maranhao yang sebagian wilayahnya adalah hutan Amazon. Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Maranhao Carlos Lula tidak rela jika 471 dokter asal Kuba yang bertugas di kotanya juga angkat kaki dari Brasil. ’’Imbasnya bakal luar biasa buruk,’’ keluhnya.

Penggagas program Health and Happiness, Caetano Scannavino, mengimbau pemerintah Brasil tidak gegabah. Mengusir tenaga medis Kuba dan membiarkan mereka meninggalkan para pasien tiba-tiba adalah keputusan yang tidak bijaksana. Sebab, akan ada banyak pasien yang telantar. Tidak hanya di satu atau dua kota, tapi hampir di seantero Brasil.

’’Bukan Kuba yang harus bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat Brasil, tapi pemerintah,’’ tegas Scannavino.

Ada sekitar 50 ribu dokter dan perawat yang dikirim Kuba ke luar negeri. Sekitar 20 ribu ada di Brasil. Yang lainnya berada di sekitar 67 negara. Mayoritas ada di negara-negara Amerika Selatan. Jika terjadi bencana di wilayah regional itu, Kuba biasanya siap menolong dengan mengirimkan tim medis tanpa biaya.

Tidak semua perjanjian seperti dengan Brasil. Ada program-program tertentu yang tak perlu melakukan pembayaran seperti Brasil. Misalnya saja dengan Venezuela. Timbal baliknya adalah pemberian harga minyak yang murah untuk Kuba.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (sha/c7/hep)

Dokter Brasil Dinilai Hanya Mau Layani Orang Kaya