JawaPos Radar | Iklan Jitu

Iran Sebut Nuklir Israel Ancaman bagi Dunia

26 September 2018, 16:47:37 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Iran, Israel, israel ancam perdamaian dunia,
Rouhani menjelaskan, Israel dengan secara berani dan terang-terangan mengancam keselamatan orang lain dengan nuklir (AP)
Share this

JawaPos.com - Presiden Iran Hassan Rouhani  menanggapi pidato yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ia mengatakan, Israel merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian di dunia dan AS memiliki rencana untuk menghancurkan rezim Teheran pada Selasa, (25/9), 

Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Rouhani mengatakan, Israel banyak mendapatkan bantuan secara politik dan militer dari AS. Ia juga menyampaikan bahwa Israel tidak mungkin dapat melakukan kejahatan-kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap Palestina seorang diri tanpa bantuan AS.

Di dalam argumennya, Rouhani menjelaskan, Israel dengan secara berani dan terang-terangan mengancam keselamatan orang lain dengan nuklir. Ia juga menekankan, negara Yahudi tersebut merupakan salah satu ancaman paling mematikan bagi perdamaian global.

Iran, Israel, israel ancam perdamaian dunia,
Rouhani juga menekankan, negara Yahudi tersebut merupakan salah satu ancaman paling mematikan bagi perdamaian global (Wikimedia)

Dilaporkan sebelumnya, Trump mendesak masyarakat internasional untuk melakukan isolasi terhadap Iran karena dinilai membuat kekacauan, kematian, dan kehancuran. Dilansir The Times of Israel, Pemerintah AS akan kembali menerapkan sanksi terhadap Iran pada 5 November mendatang.

Trump juga mengatakan, dunia tidak mau mengizinkan salah satu negara dengan tingkat terorisme terbanyak memilki senjata paling berbahaya di dunia ini. Ia mengutip kata-kata Iran untuk menghancurkan Israel, dan mematikan AS.

Dalam pidatonya, Trump meminta semua negara untuk mengisolasi Iran selama agresinya berlanjut. Namun mendukung Iran saat mereka berjuang untuk mendapatkan jalan kebenaran mereka.

Diketahui sebelumnya, pada tahun 2015, Rouhani menyetujui kesepakatan nuklir demi keringanan sanksi. Lalu sanksi itu kembali diterapkan setelah kesepakatan itu ditinggalkan AS. Iran mengatakan, sanksi yang diberikan tersebut merupakan salah satu bentuk terorisme di bidang ekonomi.

Ia juga menambahkan, merupakan sebuah takdir bila pendekatan AS terhadap Iran harus gagal. Pemerintahan Trump memiliki misi untuk membuat Lembaga internasional tampak tidak efektif dan menyampaikan bahwa misi diplomatic AS sangat menjijikan.

Iran juga menyampaikan bahwa Undang-Undang Knesset yang mengtakan, Israel sebagai bangsa dari orang-orang Yahudi sangat rasis.

 

 

 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up