JawaPos Radar | Iklan Jitu

Indonesia Dorong Proses Pengembalian Etnis Rohingya ke Myanmar

26 September 2018, 12:05:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
rohingya, myanmar,
Retno menyampaikan, persoalan domestik Myanmar merupakan satu hal yang kompleks. Menurutnya, isu pengungsi, ketegangan vertikal dan horizontal, serta transisi demokrasi berlangsung pada saat yang bersamaan (Gulf News)
Share this

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berdiskusi bersama dalam Working Lunch on Rohingya Crisis yang diselenggarakan oleh Inggris dan Perancis di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB ke-73. Retno mengatakan, Indonesia bersama masyarakat internasional, ASEAN dan PBB, akan terus melakukan pengawasan agar MoU Myanmar dan Bangladesh untuk repartriasi terlaksana.

"Kerja sama kedua negara (Myanmar dan Bangladesh) adalah aset penting dalam penanganan krisis di Rakhine State," ujar Retno. Ia berharap kerja sama ini membawa perubahan situasi yang lebih baik di lapangan dan memenuhi hak-hak para pengungsi Rohingya di Bangladesh untuk kembali ke daerah asalnya di Rakhine State Myanmar.

Retno menyampaikan, persoalan domestik Myanmar merupakan satu hal yang kompleks. Menurutnya, isu pengungsi, ketegangan vertikal dan horizontal, serta transisi demokrasi berlangsung pada saat yang bersamaan.

rohingya, myanmar,
Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk tidak kehilangan fokus dalam mendukung proses demokratisasi berfungsi penuh di Myanmar (Reuters)

"Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk tidak kehilangan fokus dalam mendukung proses demokratisasi berfungsi penuh di Myanmar untuk membawa kesejahteraan rakyat dan juga situasi damai," kata Retno, Rabu, (26/9).

Retno menekankan, tiga faktor penting untuk mengubah situasi di lapangan menjadi lebih baik. "Pertama menciptakan lingkungan yang kondusif dan enabling, termasuk jaminan keamanan sehingga terdapat kepercayaan untuk kembali ke daerah asal," ujar Retno.

Selanjutnya adalah memajukan proses repatriasi dan jaminan tidak ada situasi setback. Dalam hal ini konsultasi dengan masyarakat internasional dapat terus dilakukan baik untuk keberhasilan proses repatriasi.

Terakhir dan tak kalah penting adalah penciptaan kehidupan yang inklusif, termasuk dukungan bagi pembangunan ekonomi.

Pertemuan Working Lunch on Myanmar dihadiri oleh lebih dari 15 pejabat setingkat Menteri. Pertemuan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt dan Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Minister for the Office of the State Counsellor of Myanmar dan Minister of International Cooperation Myanmar, Menteri Luar Negeri Australia, Jepang, Turki, Singapura, Malaysia, Jepang, Wakil Tetap AS untuk PBB, serta Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi dan Kepala UNDP.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up