JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dianggap Menyalahi Aturan, Singapura Mendenda Grab dan Uber

26 September 2018, 05:30:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
singapura denda grab dan uber, grab, uber,
Pada Hari Senin, (24/09), Singapura memberikan denda kepada salah satu perusahaan aplikasi terbesar, Grab dan Uber sebanyak SGD 9.500.000 (Picture-Alliance)
Share this

JawaPos.com – Pada Hari Senin, (24/09), Singapura memberikan denda kepada salah satu perusahaan aplikasi terbesar, Grab dan Uber sebanyak SGD 9.500.000. Mereka dianggap telah melanggar peraturan ketika mereka resmi bergabung. Mereka juga di anggap mempersulit kompetitor lainnya.

Aplikasi Grab yang berkantor di Singapura telah resmi membeli perusahaan Uber di Asia Tenggara pada Maret lalu. Diketahui sebelum mereka memutuskan untuk bergabung menjadi satu, mereka disebut-sebut sebagai rival bagi satu sama lain.

Sebagai hasil dari kesepakatan di antara bekas rival satu sama lain itu, Uber akan menerima keuntungan 27,5 persen saham Grab. Namun, kesepakatan itu tidak berada dalam pengawasaan wilayah Singapura.  Beberapa badan pengawas di beberapa negara akhirnya melakukan penyelidikan. Mereka akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa merger Grab dan Uber dilakukan secara substansial dan akan berdampak untuk mengurangi persaingan di pasar platform Singapura

singapura denda grab dan uber, grab, uber,
Aplikasi Grab yang berkantor di Singapura telah resmi membeli perusahaan Uber di Asia Tenggara pada Maret lalu (CNN)

Dilaporkan bahwa sejak bergabung, tarif Grab naik sebanyak 10-5 persen. Dua perusahaan yang telah bergabung itu juga dikatakan mengurangi jumlah poin yang diterima oleh pengendara dan membuat para mitranya untuk menebus poin yang telah mereka dapat tersebut.

Dilansir dari Reuters pada Selasa (25/09), potensi adanya pesaing juga menjadi terhambat oleh perjanjian Grab dengan beberapa pihak yang bekerja sama dengannya. Dalam perjanjian itu mengatakan bahwa mitra mereka tidak dapat bekerja sama dengan perusahaan lainnya.

Singapura dilaporkan mendenda Grab dan Uber dengan total mencapai SGD 13 juta karena merusak persaingan di sana. Tak hanya didenda, Grab dan Uber juga menuai kritik karena tidak mempunyai izin komisi sebelum mereka berhasil menyelesaikan kesepakatan dan mereka mendapatkan beberapa tindakan agar memungkinkan pemain baru dapat bersaing dengan Grab

Dilaporkan di Filipina, lembaga pengawas pada bulan lalu telah menyetujuan penggabungan dua perusahaan aplikasi tersebut dengan beberapa ketentuan tertentu. Hal itu meliputi peraturan harga, dan perjanjian yang mencegah Grab memonopoli pasar.
 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up