JawaPos Radar

AS Beri Bantuan Tambahan untuk Bangladesh dan Muslim Rohingya

26/09/2018, 06:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
muslim rohingya, rohingya,
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley mengumumkan bantuan tambahan 185 juta USD bagi warga di Myanmar dan di Bangladesh yang terkena dampak krisis negara bagian Rakhine (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley mengumumkan bantuan tambahan 185 juta USD bagi warga di Myanmar dan di Bangladesh yang terkena dampak krisis negara bagian Rakhine. Pendanaan ini termasuk USD 156 juta yang diperuntukan bagi pengungsi Muslim Rohingya dan komunitas yang menampung Rohingya di Balngladesh.

Ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan layanan gawat-darurat, termasuk perlindungan, tempat penampungan darurat, makanan, air, sanitasi, perawatan kesehatan, dan dukungan psiko-sosial.

“AS bangga menjadi donor utama bantuan keselamatan hidup bagi orang-orang asli yang kehilangan tempat tinggal, pengungsi, dan masyarakat asli Burma dan Bangladesh," kata Nikki Haley pada Selasa, (25/9).

muslim rohingya, rohingya,
AS bangga menjadi donor utama bantuan keselamatan hidup bagi orang-orang asli yang kehilangan tempat tinggal, pengungsi, dan masyarakat asli Burma dan Bangladesh (ACT)

"Masih banyak yang harus dilakukan, jadi kita perlu negara lain untuk melakukan bagian mereka juga. Kami akan terus menyerukan kepada pemerintah Myanmar untuk berbuat lebih banyak terhadap mereka-mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman dalam aksi pembersihan etnis, untuk mengakhiri kekerasan, dan untuk memberikan akses penuh untuk bantuan kemanusiaan dan pers," tambah Haley.

Dia menambahkan bahwa AS juga menghargai kemurahan hati Bangladesh yang selama ini menerima Muslim Rohingya. Bukan hanya itu, Bangladesh juga menyediakan tempat tinggal serta merawat para pengungsi.

Dana tambahan ini membuat total bantuan kemanusiaan AS dalam menanggapi krisis Negara Rakhine menjadi hampir USD 389 juta sejak pecahnya konflik pada bulan Agustus 2017.

Pada Agustus 2017, pasukan keamanan Myanmar mulai melakukan kekejaman yang meluas terhadap penduduk desa Rohingya di seluruh wilayah Rakhine utara. Bangladesh saat ini menampung hampir 1 juta pengungsi, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak Rohingya yang telah mengungsi sejak kekerasan meletus.

Baru-baru ini hasil investigasi pemerintah AS menemukan bahwa militer Myanmar mengobarkan kampanye pembunuhan masal yang terencana dan terkoordinasi dengan baik. Bukan hanya pembunuhan, perkosaan dan kekejaman lainnya juga dilakukan terhadap minoritas Muslim Rohingya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up