alexametrics

Tak Bertemu Menlu Iran di KTT G7, Donald Trump: Saya Tidak Mau

26 Agustus 2019, 18:04:50 WIB

JawaPos.com – Iran membuat kejutan dengan menjadi tamu spesial dalam ajang KTT G7 di Biarritz, Prancis, Minggu (25/8). Hanya saja, Iran yang diwakili Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, tak melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Seperti diketahui, Iran dan AS sempat bersitegang terkait program denuklirisasi.

Terkait tak ada pertemuan dengan kedua belah pihak, Presiden AS, Donald Trump, juga mengeluarkan pernyataan yang tegas. Trump seperti dilansir Al Jazeera secara tegas mengatakan, “Saya tidak mau!”. Menurutnya, terlaku dini untuk bertemu dengan Iran, dalam hal ini Zarif di acara KTT G7.

Zarf sendiri datang ke KTT G7 atas undangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Trump mengungkapkan kepada wartawan dirinya tidak terkejut Prancis mengundang Zarif. Maklum saja, Macron telah berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015 antara AS, Eropa, Iran, dan Rusia. Itu setelah Trump menarik diri dari kesepakatan tahun lalu.

“Saya tahu dia (Zarif) akan datang. Saya tahu semua yang Macron lakukan dan saya menyetujui semua yang dia lakukan,” sebut Trump sambil menambahkan bahwa Macron terlebih dahulu meminta persetujuan dirinya seperti dilansir Al Jazeera.

Hanya saja, Trump belum berpikir bahwa waktunya sudah tepat bagi dirinya untuk duduk bersama Zarif. “Terlalu dini untuk bertemu. Saya tidak mau,” tegas Trump.

Trump menambahkan bahwa AS ingin memaksa Iran melakukan pembicaraan baru yang akan mencakup program rudal balistik dan dukungan untuk kelompok-kelompok bersenjata regional. Namun, Iran telah menolaknya dan justru menuding AS tidak bisa dipercaya.

Setahun setelah AS keluar dari kesepakatan nuklir, Teheran mulai mengurangi beberapa komitmennya berdasarkan perjanjian tersebut. Hal itu membuat AS berang. Pada Juli, AS memberlakukan sanksi kepada Zarif dengan memblokir properti atau kepentingan apa pun yang dimilikinya di AS.

Pejabat AS mengatakan sanksi itu dimaksudkan untuk mengirim pesan yang jelas ke Iran karena ketegangan semakin meningkat. Hal itu terkait dugaan agresi Iran di Selat Hormuz, yakni rute perdagangan yang paling ramai di Teluk.

Sementara itu, setelah kunjungan Zarif di ajang KTT G7 pada Minggu (25/8), Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran terbuka untuk berdialog meski pembicaraan dengan negara-negara Barat secara peluang keberhasilan tipis. Meski begitu, Rouhani menegaskan tetap akan mencoba.

“Kami harus melakukan pekerjaan yang seharunya dan mengambil tindakan,” tegas Rouhani. “Sekalipun peluang keberhasilannya bukan 90 persen tetapi 20 atau 10 persen, kami harus melangkah maju. Kami tidak boleh kehilangan peluang,” pungkas Rouhani.

Editor : Edy Pramana



Close Ads