JawaPos Radar

93 Ibu Hamil Pakai Viagra, 19 Bayinya Meninggal

26/07/2018, 05:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
93 Ibu Hamil Pakai Viagra, 19 Bayinya Meninggal
Namun dari 93 wanita yang menggunakan viagra, 19 bayinya meninggal (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Para dokter dan ilmuwan Belanda menghentikan penelitian mengenai terobosan untuk menggunakan Viagra. Terobosan tersebut dihentikan setelah 11 bayi meninggal.

Viagra biasanya digunakan untuk membantu para ibu hamil yang bayinya tidak tumbuh dalam keadaan baik di dalam rahim. Pusat Medis Universitas Amsterdam yang melakukan penelitian bersama di 10 rumah sakit Belanda mengumumkan bahwa penelitian tersebut dihentikan setelah meninggalnya seorang bayi.

Selain itu, mereka juga mengembangka penyakit paru-paru bayi yang lahir prematur. Viagra merupakan nama terkenal dari obat generik sildenafil.

93 Ibu Hamil Pakai Viagra, 19 Bayinya Meninggal
Namun dari 93 wanita yang menggunakan viagra, 19 bayinya meninggal (Donegal Daily)

Sebenarnya viagra lebih umum digunakan untuk lelaki dengan masalah ereksi. Namun para dokter meyakini sifat-sifat viagra dalam melebarkan pembuluh darah dapat membantu meningkatkan aliran darah yang lebih baik ke dalam plasenta.

Dalam sebuah pernyataan, pihak rumah sakit mengatakan, viagra dapat merangsang pertumbuhan anak yang belum lahir yang perkembangannya di dalam rahim tak begitu baik. Seperti dilansir Channel News Asia, menurut Rumah sakit Amsterdam penelitian tersebut melibatkan UMC dan 10 rumah sakit Belanda lainnya yang berfokus bagi para ibu hamil yang mengalami perkembangan kehamilan yang tidak begitu baik telah menjalankan penelitian itu sejak 2015 lalu.

"Prognosis untuk bayi seperti itu buruk dan tidak ada perawatan lain yang diketahui untuk anak itu," katanya.

Sebanyak total 93 ibu hamil telah diberikan viagra selama masa kehamilan mereka, sementara 90 orang lainnya diberi plasebo. Tidak ada ibu yang terpengaruh oleh obat tersebut.

Namun dari 93 wanita yang menggunakan obat itu, 19 bayinya meninggal. Sebanyak 11 di antaranya mungkin karena bentuk tekanan darah tinggi di paru-paru yang mungkin terkait dengan obat itu.

Sementara enam bayi lainnya juga lahir dengan kondisi paru-paru yang tak cukup oksigen, namun mereka bertahan hidup.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up