JawaPos Radar

17 Tahun Kemudian, Korban Tragedi 11 September Bisa Diidentifikasi

26/07/2018, 16:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
17 Tahun Kemudian, Korban Tragedi 11 September Bisa Diidentifikasi
Serangan 11 September 2001 yang dilancarkan Al Qaeda berhasil menghancurkan menara kembar di World Trade Center (WTC) (Akcenty)
Share this image

JawaPos.com - Serangan 11 September 2001 yang dilancarkan Al Qaeda berhasil menghancurkan menara kembar di World Trade Center (WTC). Insiden tersebut menewaskan ribuan orang, namun baru-baru ini seorang korban berhasil diidentifikasi identitasnya.

Selang 17 tahun serangan mematikan tersebut, seorang korban berhasil diidentifikasi melalui pengujian DNA. Korban tersebut adalah Scott Michael Johnson, 26 tahun, yang menjadi korban ke 1.642 yang berhasil diidentifikasi.

Serangan hebat tersebut tidak hanya menghancurkan WTC yang merupakan simbol kekayaan finansial New York tetapi juga memusnahkan hidup ribuan orang kala itu. Setelah belasan tahun para pejabat mengumumkan dapat mengidentifikasi melalui kemajuan tes DNA pada Rabu, (25/7).

17 Tahun Kemudian, Korban Tragedi 11 September Bisa Diidentifikasi
Mengenang para korban tragedi 11 September (Pixabay)

Kepala Pemeriksaan Medis New York Barbara Sampson mengatakan, Johnson bekerja sebagai analis sekuritas di perusahaan perbankan investasi Keefe, Bruyette, dan Woods.

Harapan masih tergambar jelas bagi keluarga Johnson. Ibunda Johnson, Ann Johnson bahkan berharap bahwa selama ini anaknya tidak tewas dalam peristiwa tersebut. Ia hanya berpikir anaknya mengalami amnesia dan dapat bertemu dengannya kembali.

Terungkapnya identitas Johnson kemudian menjadi identifikasi pertama yang dilakukan sejak Agustus 2017 meskipun identitasnya tidak diungkap secara terbuka atas permintaan keluarga.

"Kami membuat komitmen kepada keluarga korban bahwa kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengidentifikasi orang yang mereka cintai," kata Sampson seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, (26/7).

Sementara itu, sebanyak 1.100 korban tragedi 11 September tetap tidak teridentifikasi. Namun Kantor Pemeriksa Medis mengatakan, teknologi DNA telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 89 persen korban dengan hasil positif.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up