JawaPos Radar

Amerika Obati Penderita Epilepsi dengan Ganja

26/06/2018, 16:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Amerika Obati Penderita Epilepsi dengan Ganja
Ganja sebagai bahan obat epilepsi (Sky News)
Share this

JawaPos.com - Setelah melegalkan ganja, Amerika Serikat (AS) kini menyetujui penggunaan ganja dalam pengobatan. Regulator kesehatan AS telah menyetujui pengobatan epilepsi baru yang diajukan GW Pharmaceuticals, Senin (25/6).

Otomatis obat ini menjadi obat berbasis ganja pertama yang berhasil memenangkan persetujuan di AS. Setelah disetujui sebagai obat, maka hal tersebut kemudian membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut mengenai khasiat obat ganja.

Setelah persetujuan tersebut memungkinkan obat dapat digunakan pada pasien yang berusia dua tahun dan yang lebih tua dengan Dravet Syndrome (DS) serta Sindrom Lennox Gastaut (LGS). Keduanya merupakan bentuk awal epilepsi yang jarang ditemukan dan terjadi pada anak-anak yang paling resisten terhadap pengobatan.

Amerika Obati Penderita Epilepsi dengan Ganja
Obat epilepsi yang mengandung ganja (Qartz)

Komisaris Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS, Scott Gottlieb mengatakan, persetujuan tersebut berfungsi sebagai pengingat bahwa memajukan program pengembangan yang benar dengan mengevaluasi bahan aktif yang terkandung dalam ganja dapat berguna bagi terapi medis.

Salah satu obat yang dibuat di antaranya Epidiolex terdiri atas cannabidiol (CBD) yang merupakan salah satu dari ratusan molekul yang ditemukan dalam tanaman ganja. Selain itu, mengandung kurang dari 0,1 persen tetrahidrocannabinol (THC) yang merupakan komponen psikoaktif yang membuat orang melayang.

GW Pharma yang memimpin secara global dalam mengembangkan obat-obatan berbasis kanabinoid menumbuhkan pasokan ganja sendiri di rumah kaca khusus di Inggris. Hal itu dilakukan untuk memastikan keseragaman dalam komposisi genetika tanaman yang nantinya akan diolah menjadi larutan cair CBD, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/6).

Meskipun penggunaan THC dapat menginduksi paranoia, kecemasan, dan halusinasi, CBD memiliki efek sebaliknya dan oleh para ilmuwan disebut sebagai pengobatan potensial untuk menyembuhkan kesehatan mental.

(ce1/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up