JawaPos Radar

Haura, Bocah 9 Tahun Berkelainan Kulit yang Dicemooh

26/05/2018, 19:18 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Haura, Bocah 9 Tahun Berkelainan Kulit yang Dicemooh
Haura, anak yang memiliki kelainan kulit dicemooh setiap hari oleh tetangganya. (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Haura, gadis Irak berusia empat tahun seharusnya menikmati masa kecilnya seperti teman-teman seusianya. Sebaliknya, kondisi penyakit kulit yang dibawa sejak lahir membuanya menjadi objek cemooh di desanya, 200 Km dari Baghdad.

Bercak hitam tumbuh di kulitnya, dan hampir seluruh badan di penuhi rambut. Setiap hari, orang tua Haura memakaikan ia dengan baju lengan panjang dan kerah tinggi. 

"Hanya dua tahun, dia pergi ke sekolah, lalu kami benar-benar takut itu (ia di cemooh) sehingga sekarang ia tidak bersekolah," kata Alia Khafif, ibu Haura, di rumahnya di Wahed Haziran, provinsi Diwaniya. "Perilaku anak-anak terhadapnya, kami tidak bisa menjamin bahwa dia akan merasa nyaman di sekolah, ini hambatan yang besar untuk masa depannya," katanya. 

Tanda hitam dan rambut menutupi bahu Haura dan hampir seluruh punggungnya, lengan dan lehernya. Kondisi tersebut bisa semakin memburuk. 

Dalam arti, tanda lahir atau tahi lalat itu bisa membuatnya rentan terhadap kanker melanoma. Melanoma adalah kanker kulit yang paling berbahaya. 

Untuk mencegah kondisi yang akan semakin fatal, perawatan terbaik adalah cangkok kulit dan laser. Dokter kulit Aqil al-Khaldi juga menyarankan agar Haura mendapat bantuan psikologis. 

Namun, karena keterbatasan ekonomi, keluarga Haura tak mampu melaksanakan itu. Apalagi beberapa sistem medis Irak telah dihancurkan karena kekacauan pada tahun 2003. Penggulingan terhadap diktator Saddam Hussein.

"Kami telah datang ke beberapa dokter dan mereka semua mengatakan kepada kami bahwa dia tidak dapat dirawat di Irak. Mereka semua mengatakan kami harus pergi ke pusat spesialis di luar negeri," kata ibu Haura. "Kami tidak mampu membayar biaya perjalanan atau biaya medis," ujarnya.

Bahkan perawatan untuk mengurangi rasa gatal berada di luar jangkauan keuanga keluarga. Iritasi semakin memburuk karena musim panas, suhu secara melebihi 50 Celcius.

"Dia anak normal, tidak ada yang salah dengan dia," kata saudara laki-laki Haura, Ahmad. "Tapi ketika dia keluar rumah, tetangga kami menertawakannya," tambahnya. 

Jadi ketika saudara-saudaranya pergi ke sekolah, Haura duduk dan bermain sendiri. Terkadang ia hanya mengintip ke cermin kecil berbingkai hijau, mendekat dan hanya mata cokelatnya yang besar dan wajah cantiknya yang ia tunjukkan.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up