alexametrics

Presiden Brasil Kecam Kebijakan Lockdown Sejumlah Wilayah di Negaranya

26 Maret 2020, 18:32:06 WIB

JawaPos.com – Saat sejumlah negara memberlakukan lockdown atau menutup sementara sebuah wilayah untuk mencegah meluasnya wabah virus Korona, Presiden Brasil Jair Bolsonaro justru memiliki pandangan berbeda. Bahkan, Bolsonaro pada Rabu (25/3) waktu setempat, menyebut para gubernur dan wali kota negara bagian dan kota terbesar di Brasil sebagai penjahat karena menerapkan lockdown (karantina wilayah).

Bolsonaro memiliki sikap yang sejalan dengan Presiden AS Donald Trump yakni memprioritaskan ekonomi daripada karantina wilayah saat pandemi COVID-19. Bolsonaro tak menuruti seperti yang dianjurkan oleh para ahli kesehatan masyarakat termasuk menteri kesehatannya sendiri, Luiz Henrique Mandetta. Bolsonaro enggan untuk melakukan lockdown. Mandetta sendiri telah memperingatkan bahwa wabah virus Korona di Brasil bisa membuat sistem perawatan kesehatan di negara tersebut kacau pada bulan depan.

“Virus-virus lain sudah membunuh lebih banyak orang daripada virus yang satu ini (Covid-19), tapi tidak heboh seperti ini,” ujar Bolsonaro kepada wartawan. “Apa yang dilakukan beberapa wali kota dan gubernur adalah kejahatan. Mereka sedang menghancurkan Brasil,” imbuh Bolsonaro.

Bolsonaro bisa dibilang meremehkan virus Korona. Mirisnya, ada juga pejabat yang memiliki pandangan sama dengan Bolsonaro. Penasihat keamanan Brasil, Augusto Heleno, pada Rabu (25/3), mengabaikan anjuran medis untuk mengisolasi diri selama dua pekan atau 14 hari. Sebaliknya, Heleno kembali bekerja setelah hanya tujuh hari dikarantina usai dites positif terpapar virus Korona. Heleno bahkan menghadiri sidang kabinet saat sedang menunggu hasil uji tes virus Korona.

Pada Selasa (24/3) malam, Bolsonaro meremehkan ancaman virus tersebut. Dia meyakinkan masyarakat Brasil bahwa 90 persen dari warga negaranya tidak akan mengalami gejala kalau tertular. Dia menambahkan paling parah hanya akan terkena sedikit flu.

Brasil sendiri sebenarnya sudah terpapar cukup banyak virus Korona. Hingga Kamis (26/3), ada 2.563 pasien positif. Dari jumlah itu, 60 orang meninggal dunia dan baru 6 orang yang dinyatakan sembuh.

Saksikan video menarik berikut ini:

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara



Close Ads