alexametrics

WNI di Korsel Butuh Masker

26 Februari 2020, 11:30:03 WIB

JawaPos.com – Korea Selatan (Korsel) kini menjadi episentrum baru virus korona. Hanya dalam beberapa hari, jumlah korban yang terinfeksi virus tersebut melonjak menjadi hampir 1.000 orang. Hingga kemarin (25/2) korban meninggal sudah mencapai 11 orang.

Kondisi tersebut membuat WNI yang berada di sana merasa waswas. Meski demikian, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Cecep Herawan, WNI di Daegu, Korsel, terpantau baik. ”Jumlah pastinya belum tahu, masih pendataan. Tapi, perkiraannya sekitar 1.500 orang. Termasuk pelajar atau mahasiswa dan pekerja migran,” katanya.

Pihaknya sudah menaikkan peringatan kunjungan ke Korsel dari tingkat kewaspadaan wajar ke tinggi pada aplikasi Safe Travel. Dalam aplikasi itu terdapat empat warna lonceng peringatan yang menggambarkan kondisi suatu negara. Lonceng abu-abu berarti tidak ada imbauan khusus. Kemudian, hijau berarti kewaspadaan wajar, kuning kewaspadaan tinggi, dan merah dilarang bepergian ke negara/wilayah tersebut. Untuk opsi pemulangan WNI, Cecep mengatakan, belum ada pembahasan.

Arie Andriana, salah seorang WNI yang tinggal di Daegu, menyatakan khawatir dengan kondisi di kota itu. Meski belum mengalami gangguan kesehatan, dia belum berani keluar rumah, kecuali ada kondisi mendesak. ”Misalnya, persediaan makanan habis, baru keluar rumah,” ucapnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Sejak Sabtu (22/2) perbedaan mulai dirasakan di Daegu. Transportasi publik dan tempat umum yang biasanya ramai mulai sepi. Bahkan, beberapa tenant tutup. ”Pada Minggu (23/2), setelah Presiden Moon Jae-in menyatakan level merah, suasana di distrik tempat saya tinggal seperti kota mati,” ungkapnya. Arie makin khawatir ketika stok masker langka. Dia bahkan sampai menuliskan di Twitter soal kebutuhan masker. Upaya membeli secara online sudah dilakukan. Namun, banyak kiriman yang akhirnya tak sampai.

Pemerintah Korsel berkali-kali memberikan notifikasi darurat melalui gawai. Salah satu yang diingatkan adalah soal penggunaan masker. ”Meski di dalam ruangan, harus memakai masker. Ini yang membuat stok masker habis,” ucapnya. Arie telah menghubungi KBRI setempat untuk meminta bantuan masker. Namun, KBRI meminta WNI yang butuh masker mengambil di tempat drop-off. Salah satunya di Masjid Al Amin Seongseo, Daegu. ”Tentu ini menyulitkan karena kami keluar rumah saja sudah takut,” ungkapnya.

Sementara itu, KBRI Seoul berusaha meningkatkan perlindungan kepada WNI di Korsel yang tercatat berjumlah 37.043 orang. ”Saya percaya pemerintah Korea Selatan mampu menangani wabah ini,” ungkap Dubes RI untuk Korsel Umar Hadi. Beberapa hari terakhir, hotline KBRI selalu menjadi nomor rujukan WNI yang khawatir. ”Hotline KBRI Seoul ini aktif 24 jam,” ucapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/han/byu/mia/c9/c11/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads