alexametrics

Mahathir Usulkan Pemerintahan tanpa Kubu

Raja Cari PM Baru
26 Februari 2020, 12:15:36 WIB

JawaPos.com – Raja Malaysia mulai mewawancarai satu per satu anggota parlemen untuk mencari perdana menteri (PM) yang baru. Sementara itu, Mahathir Mohamad yang baru saja mengundurkan diri juga terus bergerak mencari sekutu.

Ahmad Fadil Shamsuddin, juru bicara Istana Kerajaan Malaysia, mengatakan bahwa Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menggelar sesi wawancara dengan 221 anggota parlemen. Wawancara tersebut mulai kemarin sore (25/2).

Setiap legislator diberi waktu dua sampai tiga menit untuk menyampaikan sikap mereka soal masa depan pemerintah Malaysia.

Sesi hari pertama bakal mengundang 90 wakil rakyat. Sisanya dilanjutkan hari ini (26/2). ’’Semua anggota parlemen sudah diberi tahu mengenai jadwal wawancara kerajaan sejak Senin (24/2),’’ ujar Ahmad kepada Channel News Asia.

Pada hari yang sama, Mahathir dikabarkan menggelar pertemuan sendiri. Hampir semua pemimpin partai politik diundang ke Perdana Putra. Antara lain, Ketua Gabungan Parti Sarawak (GPS) Datuk Patinggi Abang Johari Abang Openg, Ketua Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin, Ketua PKR Anwar Ibrahim, Sekjen DAP Lim Guan Eng, Ketua PAS Datuk Seri Hadi Awang, dan Ketua Amanah Mohamad Sabu.

Rumornya, Mahathir menawarkan proposal baru. Yakni, koalisi pemerintahan tanpa kubu. Dia mengusulkan agar semua partai bisa bersatu dalam aliansi besar. Artinya, dia bersedia merangkul UMNO yang pernah dikalahkan bersama koalisi Pakatan Harapan pada Pemilu 2018.

’’Tanpa ada kandidat lain, Mahathir jadi unggulan untuk membentuk pemerintahan. Rencananya adalah membentuk pemerintahan tanpa partisan,’’ ujar salah satu sumber internal yang dikutip The Star.

Sampai saat ini, kedua kubu di parlemen belum sepakat terkait langkah selanjutnya pasca pengunduran diri Mahathir. Pakatan Harapan bersikukuh untuk bertahan. Direktur Komunikasi Amanah Khalid Abdul Samad mengatakan, aliansi tersebut masih kuat meski baru ditinggal 37 legislator dari Bersatu dan faksi PKR. ’’Saat ini, masih cukup,’’ ungkapnya

Saat ini, Pakatan masih didukung 112 legislator dari tiga partai besar. Itu berarti mereka masih memegang mayoritas dari total 221 anggota parlemen. Namun, sampai saat ini mereka belum menyebut kandidat perdana menteri.

’’Keputusannya diumumkan besok (26/2),’’ ucap Wakil Ketua Amanah Datuk Seri Salahuddin Ayub.

Pakatan Harapan, terutama PKR, sudah mendesak Mahathir agar menepati janjinya. Yakni, menyerahkan kursi perdana menteri kepada Ketua PKR Anwar Ibrahim. Mahathir sempat memberikan sinyal bakal menepati janjinya setelah KTT APEC November depan. Namun, pengunduran dirinya Senin lalu (24/2) memupuskan harapan Anwar.

’’Janji tersebut sudah tak valid lagi. Sebab, Pakatan Harapan bukan lagi pemerintah,’’ ujar Kadir Jasin, penasihat Mahathir, kepada Agence France-Presse.

Sementara itu, beberapa partai oposisi pemerintah menyatakan keinginan kuat untuk membubarkan parlemen. Sekjen UMNO Tan Sri Annuar Musa mengatakan, mereka sudah menyampaikan keinginan tersebut kepada Raja Malaysia. Dia menambahkan, UMNO jelas menolak konsep pemerintah tanpa partisan yang kabarnya sedang digarap Mahathir.

’’Pemerintah tanpa kubu akan bertentangan dengan kepentingan partai. Karena itu, kami meminta raja untuk membiarkan rakyat mengambil keputusan,’’ jelasnya.

Sikap tersebut juga tampaknya disetujui beberapa LSM dan aktivis. Dalam unjuk rasa di Dataran Merdeka, mereka memprotes strategi politik yang licik untuk menjatuhkan pemerintah. Menurut mereka, beberapa oknum menggunakan cara kotor untuk mewujudkan keinginan mereka.

Kunci semua keributan itu adalah Mahathir. Meski sudah membuat keputusan mengejutkan, kepala negara tertua di dunia tersebut belum memberikan pernyataan apa pun kepada publik. Beberapa pakar mengatakan bahwa strategi pria 94 tahun itu membuat Anwar dan PKR kehilangan kekuatan.

Profesor James Chin, direktur Asia Institute dari University of Tasmania, menyebutkan, langkah Mahathir membuktikan bahwa Anwar sejak awal tak pernah ada dalam daftar penggantinya. Menurut dia, janji tersebut dibuat untuk memperoleh dukungan PKR dalam pemilu.

’’Saat itu, prioritas utama mereka adalah menyingkirkan Najib (Razak, Red),’’ ungkapnya.

Anwar punya sejarah yang rumit dengan Mahathir. Berawal sebagai salah satu murid terbaik Mahathir, suami Presiden Malaysia Wan Azizah Wan Ismail tersebut menjadi musuh karena cekcok kebijakan penanganan krisis moneter 1998. Saat itu, Mahathir langsung mendepak Anwar dari kursi wakil perdana menteri. Menurut Chin, sejak itu Mahathir menilai bahwa Anwar tak cocok menjadi pemimpin Malaysia.

’’Selama Mahathir memimpin, dia pasti akan menyerahkan kekuasaan ke orang lain,’’ paparnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : bil/c7/ttg



Close Ads