alexametrics

Jurnalis WSJ di Wuhan Dilarang Liputan Buntut Artikel Terkait Tiongkok

26 Februari 2020, 17:20:35 WIB

JawaPos.com – Artikel berjudul “China is the Real Sick Man of Asia” yang dimuat oleh Wall Street Journal (WSJ) membuat Tiongkok berang. Artikel itu menggambarkan wabah virus Korona jenis baru atau COVID-19, yang berpusat di Wuhan. Tiongkok merasa tersudutkan dengan isi dari artikel tersebut.

Imbasnya, seorang wartawati WSJ, Chao Deng, dan dua rekannya yang masih bertahan di Wuhan, Provinsi Hubei, tidak diizinkan melakukan kegiatan liputan. Itu setelah kartu pers ketiganya dicabut oleh pemerintah Tiongkok.

“Terkait Chao Deng, kartu persnya telah dicabut dan dia saat ini masih berada di Wuhan. Atas pertimbangan kemanusiaan, kami tetap mengizinkannya tinggal di Wuhan, namun tidak diizinkan menulis berita atau wawancara. Kalau status isolasi Wuhan telah dicabut, dia harus pergi sesegera mungkin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam pernyataan tertulisnya yang diterima ANTARA, Rabu (26/2) pagi.

Dua rekan Chao Deng adalah Wakil Kepala WSJ biro Tiongkok, Josh Chin dan wartawan lainnya yakni Philip Wen. Ketiganya lantas diperintahkan segera meninggalkan Tiongkok. Chao dan Josh berkewarganegaraan Amerika Serikat, sedangkan Philip warga negara Australia.

Menurut Zhao, kata-kata “the real sickman” itu sangat menghina karena tulisan tersebut mengaitkan periode tertentu dalam sejarah Tiongkok. “(Artikel) WSJ itu telah memicu kemarahan orang-orang Tiongkok karena melukai perasaan kami,” tutur diplomat yang baru tiga hari ditunjuk sebagai jubir baru di Kemenlu Tiongkok itu.

Terkait pengusiran tersebut, pemerintah Amerika Serikat berencana melakukan tindakan balasan terhadap wartawan Tiongkok. “Para pejabat AS itu harus membaca email yang ditandatangani 53 karyawan WSJ di Tiongkok bahwa ini bukan tentang independensi editorial atau perbedaan antara berita dan opini. Ini tentang pilihan yang keliru dari judul berita yang sangat ofensif terhadap banyak orang, tidak hanya di Tiongkok,” ujar Zhao.

Sebelum memutuskan mengusir, pemerintah Tiongkok telah mendesak WSJ untuk meminta maaf atas penerbitan artikel tersebut.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara



Close Ads