Beberapa ratus ribu orang masih bertahan di Rafah karena hampir separuh penduduk Gaza menghadapi tingkat kelaparan yang sangat parah. (Sumber Foto: Hatem Ali/AP)
JawaPos.com - Duka di Gaza belum usai. Di tengah janji militer Israel untuk menghentikan sementara serangan demi membuka jalur bantuan kemanusiaan, krisis kelaparan justru semakin mengganas.
Enam warga Palestina, termasuk dua anak-anak, dilaporkan tewas akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir. Sejak Oktober 2023, total korban jiwa akibat kelaparan mencapai 133 orang.
Di antara mereka adalah bayi lima bulan, Zainab Abu Haleeb, yang meninggal karena malnutrisi di Rumah Sakit Nasser.
“Tiga bulan kami tinggal di rumah sakit, dan inilah yang saya dapatkan, dia meninggal,” kata ibunya, Israa Abu Haleeb, sembari sang ayah memeluk tubuh mungil putrinya yang telah dibungkus kain kafan sebagaimana dikutip via Al-Jazeera.
Kondisi ini memperkuat peringatan dari lembaga internasional. Program Pangan Dunia (WFP) mengungkapkan bahwa satu dari tiga warga Gaza kini melewati hari-hari tanpa makanan, sementara hampir 500.000 orang mengalami situasi 'mirip kelaparan'.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa lebih dari 20 persen ibu hamil dan menyusui mengalami kekurangan gizi berat.
Kisah-kisah warga menunjukkan dampak nyata dari kelangkaan pangan yang semakin parah. Falestine Ahmed, seorang ibu di Gaza, mengaku kehilangan lebih dari 15 kilogram berat tubuhnya karena kelaparan.
“Saya dulu 57 kilogram, sekarang hanya 42. Anak saya dan saya divonis mengalami malnutrisi parah. Kami nyaris tidak punya makanan, dan harga bahan makanan sangat tidak terjangkau,” katanya kepada Al-Jazeera.
Di tengah krisis itu, Israel mengumumkan akan mengadakan 'jeda kemanusiaan' harian selama 10 jam di sejumlah wilayah seperti al-Mawasi, Deir el-Balah, dan Gaza City mulai pukul 10 pagi hingga 8 malam.
Jalur bantuan juga dijanjikan akan dibuka dari pukul 6 pagi hingga 11 malam. Namun, pada hari pertama jeda tersebut, serangan udara justru kembali terjadi.
“Terjadi serangan udara di Gaza City, padahal ini salah satu wilayah yang diklaim sebagai zona aman,” lapor Hind Khoudary dari Al Jazeera. “Menurut warga, sebuah toko roti menjadi target serangan.”
Meskipun pengiriman bantuan dilakukan lewat jalur darat dan udara, jumlahnya masih sangat minim dan penuh risiko. Bantuan yang dijatuhkan dari udara oleh Uni Emirat Arab dan Yordania bahkan menyebabkan korban luka.
“Sebelas orang cedera ketika palet bantuan jatuh langsung di atas tenda-tenda pengungsi dekat Jalan al-Rasheed,” kata jurnalis Hani Mahmoud.
Israel terus membantah adanya bencana kelaparan, namun kenyataan di lapangan sangat kontras. Smoud Wahdan, seorang ibu pengungsi, mengatakan: “Saya datang sejauh ini, mempertaruhkan nyawa, karena anak-anak saya belum makan selama seminggu. Saya hanya ingin menemukan sepotong roti.”

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
