Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 18.33 WIB

Terungkap Fakta Mengejutkan! Jet Tempur Israel Sempat Bermasalah Saat Hendak Menyerang Iran

Jet tempur F-15 Angkatan Udara Israel terbang di atas Israel dalam perjalanan untuk melakukan serangan di Iran, dalam sebuah foto yang diterbitkan pada 25 Juni 2025. (IDF via Times of Israel). - Image

Jet tempur F-15 Angkatan Udara Israel terbang di atas Israel dalam perjalanan untuk melakukan serangan di Iran, dalam sebuah foto yang diterbitkan pada 25 Juni 2025. (IDF via Times of Israel).

JawaPos.com - Sebuah jet tempur F-15 milik Angkatan Udara Israel (IAF) dilaporkan mengalami kerusakan tangki bahan bakar saat tengah terbang deep inside wilayah udara Iran bulan lalu, di tengah panasnya Perang 12 Hari antara kedua musuh bebuyutan itu. 

Kabar ini baru diungkap ke publik oleh Channel 12, Sabtu (13/7). Menurut laporan itu, sang pilot mendadak menyadari adanya kerusakan di tangki bahan bakar saat sudah jauh menembus perbatasan Iran. Situasinya mendesak. 

Tak ada pesawat pengisian bahan bakar yang menemani misi. Tanpa rencana darurat, bisa-bisa sang jet harus mendarat darurat di wilayah musuh, sebuah mimpi buruk diplomatik sekaligus risiko nyawa yang justru baru terungkap belakangan ini.

Skenario darurat pun langsung disusun: jika pesawat tanker tak bisa menjangkau jet tepat waktu, maka pilot harus keluar wilayah Iran dan mendarat darurat di negara tetangga. 

Tapi Channel 12 tidak menyebut negara mana yang disiapkan jadi 'pelarian'. Beruntung, tanker berhasil tiba tepat waktu dan pengisian bahan bakar sukses dilakukan di udara. Jet pun tetap ikut menyelesaikan misinya.

Insiden ini hanya satu dari rangkaian drama di balik serangan besar-besaran Israel terhadap jantung pertahanan dan program nuklir Iran. Serangan mendadak yang dimulai 13 Juni lalu itu, menurut Israel, ditujukan untuk menghentikan ambisi Iran yang dituding ingin menghapus Israel dari peta.

Yang menarik, sebelum serangan itu, Komandan AU Israel Tomer Bar memperkirakan dalam rapat internal bahwa 10 jet tempur Israel mungkin akan jatuh dalam 72 jam pertama perang. Kenyataannya? Nol. 

Tak ada satu pun jet Israel yang ditembak jatuh, meski Iran sempat sesumbar telah menjatuhkan dua jet dan menangkap satu pilot, klaim yang langsung dibantah mentah-mentah oleh juru bicara IDF Kol. Avichay Adraee sebagai 'omong kosong'.

Namun Iran juga tak tinggal diam. Balasannya brutal: lebih dari 500 rudal balistik dan 1.100 drone dikirim ke berbagai wilayah Israel. Hasilnya, 28 orang tewas dan lebih dari 3.000 luka-luka. 

Serangan ini juga merusak ribuan rumah, dua universitas, satu rumah sakit, dan menyebabkan lebih dari 13 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Kesimpulannya, ketegangan antara dua negara ini tidak hanya menciptakan konflik militer, tapi juga memperlihatkan betapa tipisnya batas antara keberhasilan misi dan potensi bencana internasional. 

Seandainya sang pilot F-15 mendarat darurat di Iran, atau bahkan tertangkap, dampaknya bisa memicu krisis global yang jauh lebih besar.

Insiden ini menyoroti betapa rumitnya operasi militer modern, dan sekaligus menyisakan pertanyaan besar: seberapa dekat dunia kini dengan konflik skala penuh di Timur Tengah?

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore