
Asap tebal membubung setelah serangan rudal balasan dari Iran menghantam wilayah Tel Aviv, Israel, pada Jumat malam, 13 Juni 2025. (Reuters)
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah melonjak ke titik didih setelah Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel pada Jumat malam (13/6) atau pada Sabtu (14/6) dini hari waktu setempat.
Tidak tanggung-tanggung, Iran menghujani negara Yahudi itu dengan sekitar 100 rudal dalam dua gelombang serangan mematikan.
Ini merupakan respons langsung terhadap serangan brutal Israel ke fasilitas nuklir dan militer Iran yang terjadi 18 jam sebelumnya. Israel bikin Iran 'mendidih', usai serangan tersebut menewaskan para ilmuwan nuklir dan komandan senior Garda Revolusi Iran.
Sirene meraung di seluruh Israel beberapa menit sebelum pukul 21.00 waktu setempat, memicu kepanikan massal saat rudal-rudal Iran melesat ke langit.
Sistem pertahanan udara Israel, termasuk rudal Arrow, segera diluncurkan untuk mencegat serangan, namun beberapa rudal berhasil menembus pertahanan dan menghantam jantung kota Tel Aviv, menurut kesaksian warga dan video yang beredar luas di media sosial.
Melansir Axios, sedikitnya 21 orang dilaporkan luka-luka, dengan kerusakan parah di beberapa lokasi pemukiman. Ini menjadi salah satu serangan terburuk ke wilayah sipil Israel dalam beberapa dekade terakhir.
Iran menamai operasi ini sebagai “Operation True Promise 3”, kelanjutan dari dua operasi sebelumnya yang diluncurkan pada April dan Oktober 2024.
Dalam siaran langsung di televisi nasional sesaat sebelum serangan dimulai, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan lantang menyatakan bahwa Israel akan dibuat tak berdaya dan menyebut balasan Iran bukan sekadar “setengah hati.”
“Bangsa Iran tidak akan membiarkan darah para syuhada kami ditumpahkan tanpa balasan, dan tidak akan tinggal diam saat wilayah udaranya dilanggar,” tegas Khamenei.
Garda Revolusi Islam (IRGC) kemudian mengonfirmasi bahwa mereka telah menargetkan puluhan fasilitas militer Israel, termasuk pangkalan udara strategis.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengecam keras serangan Iran dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap batas-batas perang.
“Iran telah melewati garis merah dengan menyerang kawasan sipil. Rezim Ayatollah akan membayar harga yang sangat mahal atas tindakan kriminal ini,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Situasi semakin rumit dengan keterlibatan Amerika Serikat. Seorang pejabat senior AS dan Israel mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara AS turut dikerahkan untuk menangkis rudal balistik Iran.
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, perwakilan AS mengeluarkan peringatan keras. “Tak satu pun negara, kelompok proksi, atau aktor independen boleh menyasar warga, pangkalan, atau infrastruktur Amerika di kawasan. Jika itu terjadi, akibatnya bagi Iran akan sangat fatal.”
Dunia kini menyaksikan dengan tegang, karena konflik ini bisa dengan cepat meluas menjadi perang regional besar yang menyeret kekuatan global.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
