alexametrics

Kunjungi Jepang, Paus Fransiskus Ingatkan Neraka Nuklir kepada Dunia

25 November 2019, 19:09:52 WIB

JawaPos.com – Paus Fransiskus memilih Nagasaki dan Hiroshima sebagai tujuan pertamanya dalam kunjungan di Jepang. Pria yang berusia 82 tahun itu sengaja memilih dua kota tersebut untuk menyampaikan sebuah pesan bahwa nuklir tak punya tempat di bumi.

Paus pertama yang berasal dari luar Eropa itu mengatakan, kepemilikan nuklir merupakan kejahatan yang serius. Menurut dia, negara yang menyimpan pasokan nuklir sama saja membahayakan perdamaian dunia.

”Saya percaya bahwa dunia tanpa nuklir adalah hal yang mungkin dan harus diwujudkan. Saya ingatkan kepada seluruh pemimpin dunia bahwa senjata itu tak akan melindungi dari ancaman yang ada,” tutur dia kepada massa di Nagasaki, Minggu (24/11) seperti dikutip The Guardian.

Paus Fransiskus memang sudah lama menggarisbawahi pentingnya pelucutan nuklir di dunia. Tahun lalu dia menunjukkan foto memilukan yang terkait dengan insiden bom nuklir Jepang. Foto yang diambil Joe O’Donnell itu memperlihatkan seorang bocah yang menggendong jenazah adiknya sambil menunggu antrean di tempat kremasi.

”Saya trenyuh saat melihat ini. Jadi, saya menulis ‘buah perang’ di belakang (foto, Red),” ungkapnya.

Dia menuding sejumlah pemimpin negara sudah salah langkah. Sebab, negara-negara maju menggunakan uang rakyat untuk membuat senjata pemusnah masal. Seharusnya anggaran itu digunakan untuk membantu orang-orang yang tak mampu.

”Itu sama saja penghinaan terhadap surga,” ungkap dia seperti yang dilansir Japan Times.

Saat tiba di Hiroshima, Paus Fransiskus mengundang beberapa korban selamat insiden bom nuklir. Salah satunya Yoshiko Kajimoto. Saat nuklir membunuh 140 ribu warga Hiroshima, dia masih berusia 14 tahun. Dia menceritakan neraka yang dilihatnya 74 tahun lalu itu.

”Saat saya keluar, semua hancur dan gelap. Orang-orang berjalan seperti hantu,” ungkap dia seperti dilansir Agence France-Presse.

Februari lalu Presiden AS Donald Trump menangguhkan perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces. Langkah itu disusul Presiden Rusia Vladimir Putin.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c11/sof)


Close Ads