alexametrics

75 Persen Gaji Dokter Kuba di Brasil Masuk Kas Pemerintah

25 November 2018, 14:20:24 WIB

JawaPos.com – Hubungan antara Brasil dan Kuba tegang gara-gara omongan Presiden Jair Bolsonaro. Kerja sama medis dua negara yang selama ini berjalan lewat program Mas Medicos alias More Doctors berantakan. Sebelum tahun berganti, Brasil akan kehilangan sekitar 20 ribu tenaga medis asal Kuba.

Anisley de Arguelles kembali menginjakkan kaki di Kota Havana, Kuba, Jumat (23/11). Perasaannya campur aduk. Senang karena bisa pulang, tapi tidak tega meninggalkan pasien-pasiennya di Brasil. ’’Rasanya berat,’’ ujar dokter 33 tahun itu kepada Associated Press.

Arguelles merupakan bagian dari kelompok pertama tenaga medis Kuba yang meninggalkan Brasil pekan ini. Total ada 211 dokter yang pulang. Selain dokter umum dan dokter spesialis, Kuba memanggil pulang perawat-perawat yang sudah lama bekerja di Brasil. Sejak 2013, Kuba mengirimkan tenaga medis di Brasil dalam program Mas Medicos atau More Doctors.

dokter, dokter kuba, brasil,
The Guardian melaporkan bahwa gaji dokter Kuba di Brasil sekitar Rp 44,7 juta. Tapi, yang mereka terima hanya sekitar Rp 11,1 juta. Itu hanya 25 persen gaji seluruhnya (Sputnik)

Kuba menyambut kepulangan tenaga medis mereka dengan sebuah upacara resmi Jumat lalu. Presiden Miguel Diaz Canel, Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez, dan Menteri Kesehatan Angel Portal sendiri yang menerima kedatangan mereka. ’’Kita menanggapi (Bolsonaro) dengan tegas dan berani seperti prinsip revolusi Kuba,’’ kata Diaz Canel dalam pidato sambutannya.

Sejauh ini, Kuba sudah memproses kepulangan 8.332 tenaga medis dari Brasil. Secara bertahap, mereka akan kembali ke tanah air. Kuba menargetkan proses itu rampung pada akhir tahun ini. Pemerintahan Diaz Canel menyediakan 40 pesawat untuk mengangkut tenaga medis itu dari Brasil.

Kuba sengaja menyewa pesawat untuk memperlancar kepulangan tenaga medisnya. Itu dilakukan karena barang bawaan mereka setelah bertahun-tahun tinggal di Brasil tidak sedikit. Rata-rata mereka mengusung Smart TV 49 inci dan barang-barang elektronik dari Brasil. Sebab, di Kuba, harga barang-barang tersebut selangit.

Oleh Bolsonaro, tenaga medis Kuba itu disebut sebagai budak. Sebab, mereka bekerja keras demi menyenangkan pemerintah. Sebanyak 75 persen gaji mereka masuk ke kas pemerintah sebagai dana misi internasional. Para dokter dan perawat itu hanya mengantongi 25 persen gaji.

’’Saya tidak menganggap diri saya budak,’’ tegas Aliuska Rodriguez. Dokter 32 tahun itu sudah dua tahun mengabdi di Kota Minas Gerais. Bagi dia, potongan yang ditetapkan pemerintah wajar.

The Guardian melaporkan bahwa gaji dokter Kuba di Brasil sekitar Rp 44,7 juta. Tapi, yang mereka terima hanya sekitar Rp 11,1 juta. Itu hanya 25 persen gaji seluruhnya. Namun, ternyata, gaji itu masih jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatan dokter-dokter di Kuba. Karena semua dokter adalah pegawai negeri, gaji mereka tidak sampai USD 100 atau sekitar Rp 1,5 juta.

Beberapa dokter Kuba menyatakan bahwa memotong gaji para dokter sebesar itu tidak bisa dibenarkan. Tapi, Pemerintah Brasil pun sebenarnya tidak jauh berbeda. Brasil menerapkan pajak yang sangat tinggi bagi rakyatnya.

Kendati demikian, ada beberapa dokter yang memilih bertahan di Brasil. Sekitar 150 dokter menggugat pemerintah Kuba dan WHO karena menyuruh mereka pulang. Salah seorang di antaranya Richel Collazo. Atas permintaan Wali Kota Chapada Carlos Catto, Collazo diminta bertahan. Sebab, dia sudah digadang-gadang menjadi kepala dinas kesehatan di kota tersebut. 

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (sha/c19/hep)

75 Persen Gaji Dokter Kuba di Brasil Masuk Kas Pemerintah