JawaPos Radar | Iklan Jitu

Taiwan Punya Menteri Transgender di Bidang Digital

25 September 2018, 18:46:31 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
menteri perempuan transgender, transgender, taiwan, Audrey Tang
Sebelum menjadi perempuan, Audrey sebelumnya adalah pria, 24 tahun. Ia bernama asli Autrijus Tang yang terlahir sebagai lelaki yang mengalami pergulatan batin terbesar (Perlmonks)
Share this

JawaPos.com - Kursi menteri itu berawal dari unjuk rasa Audrey Tang bersama para pengunjuk rasa lain menduduki Parlemen Taiwan dalam gerakan yang dikenal sebagai Sunflower Students Movement pada 2014. Gerakan yang dimotori mahasiswa dan kelompok-kelompok hak sipil itu memprotes disahkannya Cross-Strait Trade Agreement oleh Kuomintang, partai berkuasa di Taiwan. Tanpa penjelasan mendetail tentang klausa demi klausa di dalamnya.

Buntut dari gerakan pada 2016 itu, Pemerintah Taiwan malah menawari Audrey, mantan penasihat Apple, menjadi menteri digital. Seperti dilansir JPNN (Jawa Pos Grup), itu semacam menteri muda dalam kabinet di era Orde Baru. Menteri tanpa kementerian.

Hal itu memang sesuai keinginan Audrey yang pernah lama berkiprah di Silicon Valley, pusat industri tenologi Amerika Serikat. Dia mau jadi menteri tapi dengan syarat: semua yang bekerja dengannya bukan bawahaan.

menteri perempuan transgender, transgender, taiwan, Audrey Tang
Kursi menteri itu berawal dari unjuk rasa Audrey Tang bersama para pengunjuk rasa lain menduduki Parlemen Taiwan dalam gerakan yang dikenal sebagai Sunflower Students Movement pada 2014 (Reuters)

"Saya tidak mau memberi atau menerima perintah. Semuanya adalah kolega yang bekerja secara sukarela dengan saya," ujarnya dalam wawancara dengan Reuters.

Maklum, sejak pensiun dari Silicon Valley, Audrey menyebut dirinya sebagai anarkis. Antiotoritas. Sebagai menteri digital, dia pun menganut prinsip serba transparan. Bahkan, cenderung radikal. Setiap keputusan, kesepakatan, dan negosiasi dibagi dalam situs yang terbuka untuk umum.

Di bawah naungannya ada 430 ribu perusahaan start up yang berambisi menjadi raksasa seperti Samsung atau Xiaomi. Kepada mereka, perempuan berusia 36 tahun itu memberikan solusi. Kewirausahaan sosial.

Sebelum menjadi perempuan, Audrey sebelumnya adalah pria, 24 tahun. Ia bernama asli Autrijus Tang yang terlahir sebagai lelaki yang mengalami pergulatan batin terbesar.

Dia harus memutuskan apakah tetap dalam raga pria atau memilih berganti kelamin. Akhirnya ia bertekad bulat menjadi perempuan transgender. Usai terapi hormon dan operasi kelamin, Audrey menjadi nama barunya sebagai perempuan. Tahapan hidup itu juga menjadi simbol perubahan pola pikirnya

Dia akhirnya mengaku bisa meresapi arti galau dan rapuh. Dasar yang saat ini digunakan untuk berpolitik maupun menjalani hidup. "Baik pengalaman organisasi maupun konflik batin yang saya alami, semuanya sangat berguna bagi saya," ungkapnya.

Itu pun tecermin dalam hobinya dalam beberapa tahun terakhir. Yakni, Troll Hugging. Dalam waktu luang, dia akan melihat komentar pedas oleh netizen tentang dirinya. Lalu, dia akan mencoba berteman dengan mereka.

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up