JawaPos Radar

Rouhani: Kebijakan AS Cegah Iran Ekspor Minyak Sangat Berbahaya

25/09/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
rouhani, iran, trump,
Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan Amerika Serikat (AS) atas kebijakan yang menyebabkan keduanya semakin bermusuhan (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan Amerika Serikat (AS) atas kebijakan yang menyebabkan keduanya semakin bermusuhan. Rouhani mengatakan, kebijakan AS mencegah Iran mengekspor minyak sangat berbahaya, meskipun kali ini tak menutup kemungkinan keduanya akan melakukan pembicaraan.

Pada bulan Mei, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional 2015 dengan Iran dan mengumumkan sanksi terhadap anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi itu. Washington mendorong sekutu untuk memotong impor minyak Iran ke angka nol dan akan mengembalikan sanksi atas penjualan minyak Iran pada November.

Berdasarkan kesepakatan itu, sebagian besar sanksi internasional terhadap Teheran dicabut pada 2016 sebagai gantinya Iran harus membatasi program nuklirnya.

rouhani, iran, trump,
Pada bulan Mei, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional 2015 dengan Iran dan mengumumkan sanksi terhadap anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (Reuters)

Rouhani, yang berada di New York untuk pertemuan tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) para pemimpin dunia, mengatakan Iran hanya akan berbicara dengan Trump jika pemerintahannya membuktikan kepercayaannya. Tekanan ekonomi tidak akan memaksa Tehran ke meja perundingan.

"Jika Trump ingin berbicara dengan Iran, maka dia harus kembali ke kesepakatan nuklir," kata Rouhani dilansir dari Reuters, Selasa, (25/9).

Bermusuhan selama beberapa dekade, Washington dan Teheran semakin berselisih sejak Mei, dan beberapa pejabat AS yang secara pribadi menyerukan perubahan rezim di Iran. Pada Juli, Trump mengatakan, dia akan bersedia bertemu pemimpin Iran tanpa prasyarat untuk membahas bagaimana meningkatkan hubungan. Iran menolak tawaran itu.

Mata uang Iran telah kehilangan setengah nilainya dalam beberapa bulan terakhir dan ketakutan akan kesulitan ekonomi telah menyebabkan protes sporadis di beberapa kota. Rakyat Iran meneriakkan slogan-slogan melawan para pemimpin Iran.

Rouhani telah berusaha untuk meyakinkan Iran, banyak yang sangat frustrasi oleh pengangguran yang tinggi dan standar hidup yang rendah, bahwa ekonomi yang bergantung pada minyak Iran dapat bertahan dari tekanan AS.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up