JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dubes RI di Malaysia Resmikan Sembilan Sekolah untuk Anak TKI

25 September 2018, 17:50:55 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
sekolah untuk anak TKI, sabah, tki, malaysia,
Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana resmikan sembilan sekolah untuk para anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Community Learning Centre (CLC) di Ladang Felda Sahabat, milik perusahaan Felda Global Ventures, Lahad Datu, Sabah (KBRI Malaysia)
Share this

JawaPos.com - Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana resmikan sembilan sekolah untuk para anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Community Learning Centre (CLC) di Ladang Felda Sahabat, milik perusahaan Felda Global Ventures, Lahad Datu, Sabah Malaysia.

Sebelumnya, sekolah tersebut dikelola oleh Yayasan Peduli Insan Nusantara (Yapinus) dan tak memiliki izin operasi di Malaysia. Selain itu, Yapinus juga tidak berkoordinasi dengan kantor Perwakilan RI di Sabah dalam kegiatannya dan kerap melanggar peraturan Indonesia sehingga pengoperasian 9 sekolah tersebut ilegal berdasarkan peraturan Indonesia dan Malaysia.

Namun, pengelolaan CLC akhirnya diambil oleh Ahli Lembaga Pengelola CLC FGV yang terdiri dari Pejabat FGV dan didukung oleh Konsulat RI Tawau. Hal ini dilakukan dalam rangka mematuhi peraturan Malaysia dan Indonesia, meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan CLC serta berdasarkan anjuran Jabatan Pendidikan Negeri Sabah (JPNS).

sekolah untuk anak TKI, sabah, tki, malaysia,
Selain memenuhi peraturan kedua negara, pengelolaan CLC oleh FGV akan menguntungkan warga Indonesia (KBRI Malaysia)

"Selain memenuhi peraturan kedua negara, pengelolaan CLC oleh FGV akan menguntungkan warga Indonesia, pengelola Yapinus, bahkan FGV," ujar Rusdi dalam pidatonya sebelum meresmikan CLC FGV.

Beberapa pembenahan yang akan dilakukan dalam pengelolaan CLC FGV adalah pemberian dana bantuan FGV yang berasal dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) FGV untuk kegiatan CLC. Pemberian subsidi parsial Pemerintah Indonesia untuk penyelenggaran ujian dan pemberian ijasah bagi murid CLC WNI.

Selain itu, pengelolaan bantuan FGV, subsidi Pemerintah Indonesia dan sumbangan orang tua sebesar RM 5 per bulannya akan dilakukan berlandaskan asas-asas pengelolaan yang transparan dan akuntable. Pengelola dan guru Yapinus juga terhindar dari ancaman denda sebesar RM 10.000 per sekolah karena melakukan pelanggaran akta pelajaran Malaysia dengan penyelenggaraan sekolah tanpa didaftarkan di aparat terkait setempat.

"Pengelolaan CLC oleh ALP FGV adalah demi kebajikan pekerja dan anak-anak pekerja supaya memiliki masa depan yang lebih cerah" ujar Ketua Operasional Perladangan FGV, Fairus Ismail, dalam sambutannya pada acara peresmian CLC FGV.

Dalam kesempatan dialog dengan warga, Rusdi sampaikan visinya pendirian sekolah vokasi bagi anak-anak pekerja Indonesia supaya memiliki keterampilan bekerja sama dengan FGV. Rusdi juga sampaikan akan membantu pemberian paspor kepada WNI dan surat keterangan lahir serta berharap FGV dapat fasilitasi.

Melalui kerja sama penyelenggaraan pendidikan di CLC FGV, Rusdi menyampaikan Pemerintah RI melalui Direktorat Kesetaraan akan menyelenggarakan ujian nasional di Sabah, tidak perlu menyeberang ke Sebatik atau Nunukan lewat jalur ilegal yang rawan kecelakaan dan penangkapan seperti sebelumnya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up