JawaPos Radar

Calon Hakim MA Pilihan Trump Dituding Lakukan Pelecehan Seksual

25/09/2018, 05:25 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pelecehan seksual, Brett Kavanaugh, trump,
Calon hakim Mahkamah Agung (MA) AS pilihan Presiden AS Donald Trump, Brett Kavanaugh tengah menghadapi tuduhan kedua mengenai pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap seorang wanita pada Minggu, (23/9) (BBC)
Share this image

JawaPos.com – Calon hakim Mahkamah Agung (MA) AS pilihan Presiden AS Donald Trump, Brett Kavanaugh tengah menghadapi tuduhan kedua mengenai pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap seorang wanita pada Minggu, (23/9). Wanita itu menuduh ia melakukan pelecehan itu ketika Kavanaugh mengenyam Pendidikan di Universitas Yale.

Dakwaan yang ditujukan kepada Kavanaugh saat ia masih muda nampaknya semakin berat sejak salah satu staff pengajar di salah satu Universitas mengatakan bahwa Kavanaugh melakukan penyerangan seksual. Penyerangan itu diketahui dilakukan oleh Kavanugh kepada sang profesor.

Dilansir The Times of Israel, Majalah New Yorker melaporkan pada hari Minggu, (23/9), Deborah Ramirez, 53 tahun, yang saat itu sedang menghadiri pesta yang dihadiri juga oleh Kavanaugh mengatakan, Kavanaugh telah memperlihatkan kemaluannya. Hal itu berlanngsung pada tahun 1980-an. Kejadian itu membuat Ramirez tidak sengaja menyentuh kemaluan sang calon hakim. Ia juga diketahui meminta bantuan FBI dalam kasusnya ini

Namun pernyataan Ramirez dibantah oleh Kavanaugh. Ia menyebut tuduhan itu sebagai noda polos yang sederhana. Kavanaugh bahkan mengatakan, orang-orang yang mengenalnya dengan sangat dekat yang tahu bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Ia bahkan mengatakan, ia bersedia menjadi saksi untuk mendapatkan Namanya bersih kembali.

Diketahui sebelum kasus pelecehan seksual terhadap Ramirez, Kavanaugh juga dituduh melakukan tindak pelecehan terhadap Christine Blasey Ford. Dilaporkan pula anggota parlemen mendukung permintaan para korban.

Ford diketahui telah menyetujui untuk memberi kesaksian pada hari Kamis setelah ketegangan yang terjadi. Ia diketahui sempat meninggalkan rumahnya karena mendapatkan banyak tekanan mulai dari ancaman kematian.

Kasus yang terjadi di Amerika ini turut mengundang reaksi Trump seperti yang tertulis di Akun Twitter-nya. Tak hanya Trump, pada netizen juga menyampaikan reaksinya dengan tagar #WhyIdidntreport.
 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up