JawaPos Radar

Para Pemimpin Dunia yang Pertama Kali Beri Selamat pada Erdogan

25/06/2018, 11:25 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Para Pemimpin Dunia yang Pertama Kali Beri Selamat pada Erdogan
Pemimpin Hamas, salah satu pemimpin dunia yang berikan ucapan selamat kepada Erdogan (The Times of Israel)
Share this image

JawaPos.com - Kemenangan Recep Tayyip Endorgan menjadi Presiden Turki kembali mengundang banyak ucapan selamat dari beberapa pemimpin dunia. Pemimpin kelompok Hamas, Palestina juga turut menyampaikan ucapan selamatnya kepada Erdogan.

Pemimpin kelompok Hamas menjadi salah satu dari pejabat asing pertama yang memberikan selamat kepada Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdoogan dalam kemenangannya pada Pilpres Turki, Minggu, (24/6).

Dilansir dari situs resmi Hamas, Kepala Hamas Ismail Haniyeh menghubungi Endorgan melalui telepon pada Minggu malam. Haniyeh mengucapkan selamat kepada Erdogan dan akan mengirim delegasi ke Turki beberapa hari mendatang.

Para Pemimpin Dunia yang Pertama Kali Beri Selamat pada Erdogan
Pendukung Erdogan menyambutnya penuh semangat (The Christian Science Monitor)

Haniyeh juga menyampaikan keinginan untuk memperdalam hubungan dengan Ankara. Selain itu, beberapa pemimpin dunia juga turut mengucapkan selamat kepada Erdogan di antaranya Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Emir Qatar Tamim Bin Hamad Al Thani.

Tak ketinggalan pejabat Indonesia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya Pilpres Turki. Seperti dilansir Anadolu, Retno mengaku telah berkomunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengenai kesuksesan Pilpres Turki.

“Saya sudah menelpon Menlu Turki langsung dan mengucapkan selamat atas suksesnya pemilu di sana,” ujar Retno kepada Anadolu Agency, Senin, (25/6).

Selama ini, Erdogan menjadi pendukung Hamas yang paling kuat di panggung dunia. Turki bahkan dituduh menyembunyikan para pemimpin kelompok Hamas dan membiarkan mereka mencuci uang untuk kegiatan militan selama berada di bawah kepemimpinan Endorgan seperti dilansir The Times of Israel pada Senin, (25/6).

Israel menuntut agar Turki menurunkan hubungan dengan Hamas selama pembicaraan perbaikan hubungan antara Israel-Turki pada 2016 lalu. Kedua negara tersebut memutuskan hubungan setelah pasukan Israel menyerbu sebuah kapal milik Turki yang kala itu berusaha mematahkan blokade laut Israel yang didirikan di sekitar Jalur Gaza untuk mencegah masuknya Hamas pada 2010 lalu.

Penyerangan kapal Turki oleh Israel menyebabkan 10 aktivis Turki tewas dan melukai sejumlah tentara Israel. Februari lalu, Turki telah membantah tuduhan Shin Bet bahwa pihaknya telah mengizinkan operator Hamas untuk mencuci uang melalui Turki.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up