alexametrics

55.081 Orang Terinfeksi Korona di AS, New York Masih yang Terparah

25 Maret 2020, 22:32:50 WIB

JawaPos.com – Ratusan ribu orang di seluruh dunia telah terinfeksi korona (Covid-19). Berdasarkan data dari worldometers.info per Rabu malam (25/3), sebanyak 440.359 orang telah terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. Dari angka itu, ada 19.753 orang yang meniggal. Sedangkan yang sembuh ada 112.032 orang.

Tiongkok dan Italia masih menempati urutan teratas dengan masing-masing jumlah yang terpapar mencapai 81.218 dan 69.176 orang, dengan  jumlah meninggal dunia di Tiongkok sebanyak 3.281 dan Italia 6.820. Peringkat ketiga ditempati oleh Amerika Serikat dengan jumlah orang yang terpapar adalah 55.081, dan 785 orang di antaranya harus terenggut nyawanya. Data yang sama juga diungkapkan oleh John Hopkins Univeristy.

Di AS sendiri, paling banyak yang terpapar korona ada di Negara Bagian New York, dengan jumlah 25.665. ’’Hampir separuh kasus di seluruh Amerika, terjadi di New York,’’ papar Gubernur New  York Andrew Cuomo seperti dikutip dari CNBC Rabu.

Lonjakan penularan di AS memang sangat cepat. Pada 1 Maret, hanya ada 100 orang yang positif terinfeksi korona. Tentu, hal itu akan membahayakan sistem pelayanan  kesehatan di Negeri Paman Sam. Cuomo sendiri telah meminta tambahan 10 ribu ranjang rumah sakit dan ventilator. Dia juga telah meminta negara bagian lainnya untuk bersiap menghadapi korona.

‘’New York yang pertama. Kami punya rating penularan tertinggi dan tercepat,’’ ucap pria 62 tahun itu. Dia mebahkan, apa yang terjadi di New York, bisa menjalar ke Negara Bagian California, Washington, serta negara bagian-negara bagian lainnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan, saat ini penyebaran korona terjadi sengan sangat cepat di seluruh dunia. ’’Butuh 67 hari untuk mencapai angka penulara 100 ribu, 11 hari untuk 100 ribu berikutnya, dan hanya 6 hari untuk 100 ribu berikutnya,’’ jelasnya. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan



Close Ads