alexametrics

Bandingkan Xi Jinping dengan Winnie The Pooh, Perusahaan Minta Maaf

25 Februari 2019, 14:35:47 WIB

JawaPos.com – Perusahaan game di Taiwan meminta maaf setelah membandingkan Presiden Tiongkok Xi Jinping dengan tokoh kartun beruang Winnie The Pooh. Permintaan maaf disampaikan pada Minggu (24/2) setelah para gamer di Tiongkok memboikot game tersebut.

Game petualangan horor ‘Devotion’ diresmikan oleh Red Candle Games awal Februari ini dan telah menghasilkan banyak gebrakan di antara komunitas game di Taiwan dan Tiongkok. Namun dalam satu adegan, ada sebuah corat-coret Tao kuno yang ditempel di dinding ditemukan berisi karakter Tiongkok bertuliskan, Xi Jinping, Little Bear Winnie.

game, games, xi jinping, winnie the pooh,
Tokoh beruang tersebut memang pernah digunakan dalam meme untuk mengolok-olok Xi. Akibatnya, Tiongkok memblokir semua penyebutan Winnie The Pooh di media sosial (Sputnik)

Tokoh beruang tersebut memang pernah digunakan dalam meme untuk mengolok-olok Xi. Akibatnya, Tiongkok memblokir semua penyebutan Winnie The Pooh di media sosial.

Surat kabar Taiwan, Apple Daily, mengatakan para gamer di Tiongkok menyerukan boikot terhadap game tersebut. Red Candle mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa ‘Devotion’ telah dihapus dari platform distribusi digital wilayah Tiongkok dan para pemain yang telah membayar akses akan dikembalikan.

Ia menambahkan, konten kontroversial telah ditulis oleh salah satu anggota tim pengembangan tanpa ada yang memperhatikannya hingga akhirnya mencuat. Hal ini diketahui saat para gamer melaporkannya.

“Kami sangat menyesal telah menyakiti semua orang,” kata pernyataan yang di-posting di halaman Facebook perusahaan dilansir dari HKFP.

Tetapi Wakil Perdana Menteri Taiwan Chen Chi Mai menyerukan dukungan untuk permainan tersebut dan kebebasan berkreasi. “Permainan itu mewakili kreativitas banyak anak muda. Saya akan memainkannya ketika saya punya waktu,” katanya kepada wartawan.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Copy Editor :

Bandingkan Xi Jinping dengan Winnie The Pooh, Perusahaan Minta Maaf