alexametrics

Massa Tolak Jalan Apartheid di Palestina

25 Januari 2019, 17:36:35 WIB

JawaPos.com – Selama 30 menit, massa menutup jalan raya utama bernama Rute 4370 di Tepi Barat, Palestina, pada Rabu (23/1). Mereka menolak jalan yang baru beroperasi mulai awal bulan itu. Sebab, di tengah jalan tersebut menjulang tembok setinggi 8 meter.

Kehadiran tembok yang berfungsi untuk memisahkan pemakai jalan Palestina dan Israel tersebut memantik kecaman luas. Jalan itu kini berjuluk jalan apartheid.

Bukan tanpa alasan kata apartheid disematkan pada nama jalan tersebut. Tembok 8 meter tersebut menjadi bukti bahwa Pemerintah Israel tidak pernah berlaku adil kepada penduduk Palestina. ”Kami tidak mendukung kehadiran jalan yang memisahkan para penggunanya itu di Palestina,” ujar Maya Rosen, salah seorang demonstran, seperti dikutip The Guardian.

jalan apartheid, palestina, israel,
Pembangunan jalan apartheid ini menjadi bukti kuatnya niat Israel untuk membangun rezim kolonial yang rasis (Anadolu)

Rosen benar. Jalan apartheid itu memang membentang di wilayah Palestina. Rute 4370 terbagi dalam dua lajur. Satu lajur untuk warga Israel dan lainnya untuk warga Palestina. Di antara dua lajur itulah berdiri tembok setinggi 8 meter. Jalan yang diperuntukkan warga Israel terletak di sisi barat.

Penduduk Israel yang tinggal di permukiman ilegal wilayah pendudukan Tepi Barat bisa mencapai Jerusalem lebih cepat lewat jalan itu. Lebih ringkas ketimbang harus melalui pos pemeriksaan Hizma di sisi utara kota.

Di sisi lain, jalan yang didesain khusus untuk penduduk Palestina itu memiliki rute yang lebih panjang. Warga harus melewati underpass menuju Ramallah dan Bethlehem tanpa melewati Jerusalem. Sebagian besar penduduk Palestina yang tinggal di Tepi Barat memang tidak mengantongi izin untuk masuk atau melintasi Jerusalem.

”Pembangunan jalan apartheid ini menjadi bukti kuatnya niat Israel untuk membangun rezim kolonial yang rasis,” ujar Hanan Ashwari, anggota Palestine Liberation Organisation alias Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Dia menegaskan bahwa dukungan Amerika Serikat (AS) telah membuat Israel menjadi-jadi.

Versi Israel, jalan itu bisa dipakai oleh semua orang tanpa melihat status kewarganegaraannya. Semua yang punya dokumen resmi bisa melewati jalan tersebut. Tapi, menurut warga Palestina, jalan tersebut hanya akan menguntungkan warga Israel yang tinggal di wilayah pendudukan Tepi Barat. Mereka tidak mendapatkan manfaat apa pun dari jalan itu.

Unjuk rasa jalan apartheid yang melibatkan warga Palestina, penduduk Israel, dan sejumlah aktivis internasional itu bubar setelah polisi menyemprotkan gas air mata dan granat kejut. Beberapa orang terluka. Aparat mengamankan seorang demonstran.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (sha/c6/hep)

Massa Tolak Jalan Apartheid di Palestina